02 Februari 2014
"Jangan lupakan aku ya mba"
Itu isi sms Ary kemaren, sama persis dengan kata-kata ibu pemilik kosan waktu aku praktik lapangan di Ciater 3.5 tahun lalu, ketika beliau mengucapkan salam perpisahan denganku.
Pake nangis juga ga? Tentu.
Iya aku cengeng, cengeng banget. Tapi ibu itu tidak pernah tahu kalau aku nangis di perjalananku menuju Bogor.
Karena yang menakutkan dari perpisahan bukanlah kehilangan, tapi dilupakan.
Dan tenang saja, yang berkenan di hati tidak akan pernah terlupa.
Dan ohhh Tuhan lihat kosan ini pagi ini, hujan, tak berpenghuni (kecuali aku), sepi, sendiri. Tidak ada yang bisa diajak bicara kecuali dengan tulisan ini.
Di tengah haru biru ini terimakasih listrik tetap nyala dan mematikannya ketika aku bersama teman-temanku kemarin, terimakasih atas tetangga kosan yang punya alarm pengingat sholat yang kenceng. Terimakasih atas ayat yang tepat pagi ini:
"Dan sesungguhnya Dialah yang menjadikan orang tertawa dan menangis" (An Najm: 43).
Dia yang memiliki hikmah dalam hal tersebut :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar