Rabu, 12 Februari 2014

Bukankah kemesraan itu privat and confidental?

12 Februari 2014

Dua hari ini aku lagi malas menulis, tapi karena baca status fesbuk seseorang jadi tergerak untuk buka blog.

Dear Kakak-kakakku dan semua orang yang sudah berumah tangga, tanpa mengarungi rasa hormat ijinkan aku menyampaikan unek-unek sebagai orang yang sayang kalian dan sebagai orang yang belum menikah.
Sudah lama aku terganggu dengan status-status kalian tentang hubungan pernikahan, tidak, bukan cemburu tapi ini lebih ke attitude bersosial media. Dan kali ini atas sayang ini aku memutuskan mencurahkan semua yang mengganjal. Awalnya aku takut menyampaikannya, kemudian terganggu dengan update-update itu lalu ku hide, tapi rasanya mendiamkan kalian dan pura-pura tidak tahu bukan pilihan yang tepat.

Kakak-kakakku, saya tahu hubungan kalian halal, tapi halal tidak lantas mengumbar kemesraan di fesbuk. Teman fesbuk kalian tidak semuanya sudah berumah tanggakan? Bahkan adek-adek kecil yang di bawah umurpun akan membaca update-an kalian. Jelas ini tidak layak dibaca anak kecil, saya pun malu ketika membaca seorang istri yang sedang banyak makan tauge dan akan ke salon untuk menyambut suaminya pulang. Pernah berpikir apa yang aku pikirkan? Ahhh, sudahlah saya malu, bahkan hanya sekedar jadi pembaca. Apa kalian tidak malu tentang imajinasi teman-teman yang membaca?
Bukankah kemesraan itu privat and confidental? Kenapa tidak kalian jaga untuk berdua saja? Itu baik buat kalian. Kami tidak butuh dan tidak perlu tahu apa kalian sedang program menambah anak atau ingin berhubungan seksual ketika bertemu. Sungguh itu bukan urusan kami.

Kakak-kakakku, maaf jika tulisan ini menyinggung.
Semoga kita selalu dijaga Alloh dari perbuatan yang tercela.

Salam
Adikmu yang menyayangimu.

1 komentar: