Minggu, 09 Februari 2014

Caving ke Goa Gudawang

09 Februari 2014

Yeay, hari ini ternyata jadi hari pertamaku ngerasain caving, yaa.. caving ke Goa Gudawang.
Aku dan teman-temanku berangkat sekitar jam delapan pagi dari kampus IPB Dramaga menuju Cigudeg dengan mengunakan angkot Bogor - Jasinga.
Dan ternyata jauuuuuuuhhhh pake sangat! Aku pikir Dramaga tempat kampusku berada ini sudah negeri antah barantah, ternyata masih ada lagi negeri tak berujung setelah Dramaga. Temanku yang baru satu semester kuliah di IPB protes karena waktu aku mengajaknya aku bilang goa nya deket kampus. Ya maap, ternyata ... Hahahaha

Perjalanan ditempuh sekitar satu jam (lebih), berhenti di pertigaan Kadaka dan perjalanan pun belum berakhir, masih ada sekitar 8 km lagi untuk sampai di Goa Gudawang. Bagi yang tidak membawa kendaraan pribadi bisa naik mobil carry yang sudah stand by  menanti di pertigaan Kadaka ini.

Goa Gudawang ini terdiri atas 12 goa, dengan tiga goa telah dieksplorasi, yaitu: Goa Simasigit, Goa Sipahang, dan Goa Simenteng. Untuk masuk dan menjelajahi goa di dalamnya kita perlu membayar tiket masuk Rp. 7000.


Pintu masuk Goa Gudawang
Caving kali ini kami mengunjungi Goa Simenteng dan Sipahang.

Goa Simenteng.
Pintu goa ini dibentuk seperti kepala singa dengan mulut menganga. Keaslian goa ini sedikit terganggu dengan lampu, kabel, tangga, dan juga selang air.


Pintu masuk Goa Simenteng
Di sini kita dapat melihat genangan air, stalaktit, dan juga kelelawar. Semakin dalam semakin gelap dan napas terasa sesak karena konsentrasi oksigen sepertinya berkurang dari normal dan juga ditambah bau guano yang cukup mengganggu.


Stalaktit dalam Goa Simenteng
Banyak sekali ditemui gerombolan kelelawar. Pada bagian ujung, selain konsentrasi oksigen berkurang, jalan juga licin karena lembab dan dipenuhi kotoran kelelawar. Dan di sini aku menyempatkan diri untuk jatuh. Ok, terjatuh bukan sengaja jatuh. Tapi tenang aku masih bisa bangkit lagi, dan tau arah jalan pulang.


Kelelawar di langit-langit goa
Dan weew, guanonya nempel dimana-mana, untungnya gelap dan aku tak berniat menyenterinya, karena kata temen-temenku kotorannya sudah banyak dihuni dengan belatung, berdekomposisi.
Langsung lari ke genangan air untuk ngebersihin diri dari guano ini dan pengen cepet-cepet keluar biar bisa menghirup udara segar.

Goa Sipahang.
Kami perlu berjalan sekitar 300m untuk sampai ke pintu Goa Sipahang.


Jalan menuju Goa Sipahang
Goa Sipahang terlihat lebih natural dan juga lampu yang telah terpasang kebetulan sedang tidak nyala.


Pintu masuk Goa Sipahang
Goa ini lebih bersih dari Goa Simenteng, kelelawarnya pun lebih sedikit, tapi ada beberapa jalan yang memaksa kami untuk merunduk. 

Jalan sempit yang harus dilewati

Selain itu, Goa Sipahang lebih panjang daripada Goa Simenteng dan lebih indah, perjalanan pun lebih tidak terasa.






Stalaktik dalam Goa Sipahang

Dan hari menjelang sore, kamipun memutuskan pulang, caving yang jadi pengalaman pertama ini pun berakhir.

Bukan seberapa indah tempat yang dituju, tapi seberapa banyak kakimu sudah melangkah. Dunia ini begitu luas, jadi keluarlah!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar