Yeay, hari ini ternyata jadi hari pertamaku ngerasain caving, yaa.. caving ke Goa Gudawang.
Aku dan teman-temanku berangkat sekitar jam delapan pagi dari kampus IPB Dramaga menuju Cigudeg dengan mengunakan angkot Bogor - Jasinga.
Dan ternyata jauuuuuuuhhhh pake sangat! Aku pikir Dramaga tempat kampusku berada ini sudah negeri antah barantah, ternyata masih ada lagi negeri tak berujung setelah Dramaga. Temanku yang baru satu semester kuliah di IPB protes karena waktu aku mengajaknya aku bilang goa nya deket kampus. Ya maap, ternyata ... Hahahaha
Perjalanan ditempuh sekitar satu jam (lebih), berhenti di pertigaan Kadaka dan perjalanan pun belum berakhir, masih ada sekitar 8 km lagi untuk sampai di Goa Gudawang. Bagi yang tidak membawa kendaraan pribadi bisa naik mobil carry yang sudah stand by menanti di pertigaan Kadaka ini.
Goa Gudawang ini terdiri atas 12 goa, dengan tiga goa telah dieksplorasi, yaitu: Goa Simasigit, Goa Sipahang, dan Goa Simenteng. Untuk masuk dan menjelajahi goa di dalamnya kita perlu membayar tiket masuk Rp. 7000.
| Pintu masuk Goa Gudawang |
Goa Simenteng.
Pintu goa ini dibentuk seperti kepala singa dengan mulut menganga. Keaslian goa ini sedikit terganggu dengan lampu, kabel, tangga, dan juga selang air.
| Pintu masuk Goa Simenteng |
| Stalaktit dalam Goa Simenteng |
| Kelelawar di langit-langit goa |
Langsung lari ke genangan air untuk ngebersihin diri dari guano ini dan pengen cepet-cepet keluar biar bisa menghirup udara segar.
Goa Sipahang.
Kami perlu berjalan sekitar 300m untuk sampai ke pintu Goa Sipahang.
| Jalan menuju Goa Sipahang |
| Pintu masuk Goa Sipahang |
| Jalan sempit yang harus dilewati |
| Stalaktik dalam Goa Sipahang |
Bukan seberapa indah tempat yang dituju, tapi seberapa banyak kakimu sudah melangkah. Dunia ini begitu luas, jadi keluarlah!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar