14 Februari 2014
Kemarin paman datang, pamanku dari desa ...
Oh bukan, kemarin ga ada yang datang ternyata.
Ceritanya, setelah kuliah kemarin pagi aku menyempatkan sholat dhuha di Mushola Al Fath, aku meminjam Al Quran yang ada di rak dan ketika membukanya aku menemukan uang Rp. 10000.
Beberapa bulan lalu, setelah sholat di Mushola Botani Square aku juga meminjam Al Quran di sana dan menemukan uang Rp.20000.
Uangnya selalu aku ambil dan aku kasihkan kepada orang yang lebih membutuhkannya (mungkin), daripada tetap di dalam Al Quran dan ga tersalurkan.
Awalnya aku berpikir ada ya orang yang ingin berbagi dengan menaruh uang di dalam Al Quran, mungkin niatnya supaya orang-orang yang baca Al Quran mendapatkan rizki lebih :).
Tapi setelah menemukan uang dua kali di dalam Al Quran di Mushola, kok kayaknya hal ini jadi sesuatu yang mulai lumrah dilakukan orang-orang ya.
Aku sih seneng aja jadi perantara buat bersedekah ke orang-orang yang membutuhkan, dapet pahala :D. Tapi akan lebih bagus kalau memang langsung disalurkan jelas ke yang membutuhkan, ada banyak pengemis berkeliaran di negeri ini, ada banyak kotak amal yang teronggok berdebu di sudut-sudut warung, lembaga-lembaga yang siap menyalurkan, panti asuhan yang membutuhkan agar tetap berdiri, dan lainnya.
Dan aku jadi berpikir, nanti kalau aku ga punya uang mungkin aku akan ke Mushola buat ngecek Al Quran di sana X_x #plaaak.
Jumat, 14 Februari 2014
Rabu, 12 Februari 2014
Bukankah kemesraan itu privat and confidental?
12 Februari 2014
Dua hari ini aku lagi malas menulis, tapi karena baca status fesbuk seseorang jadi tergerak untuk buka blog.
Dear Kakak-kakakku dan semua orang yang sudah berumah tangga, tanpa mengarungi rasa hormat ijinkan aku menyampaikan unek-unek sebagai orang yang sayang kalian dan sebagai orang yang belum menikah.
Sudah lama aku terganggu dengan status-status kalian tentang hubungan pernikahan, tidak, bukan cemburu tapi ini lebih ke attitude bersosial media. Dan kali ini atas sayang ini aku memutuskan mencurahkan semua yang mengganjal. Awalnya aku takut menyampaikannya, kemudian terganggu dengan update-update itu lalu ku hide, tapi rasanya mendiamkan kalian dan pura-pura tidak tahu bukan pilihan yang tepat.
Kakak-kakakku, saya tahu hubungan kalian halal, tapi halal tidak lantas mengumbar kemesraan di fesbuk. Teman fesbuk kalian tidak semuanya sudah berumah tanggakan? Bahkan adek-adek kecil yang di bawah umurpun akan membaca update-an kalian. Jelas ini tidak layak dibaca anak kecil, saya pun malu ketika membaca seorang istri yang sedang banyak makan tauge dan akan ke salon untuk menyambut suaminya pulang. Pernah berpikir apa yang aku pikirkan? Ahhh, sudahlah saya malu, bahkan hanya sekedar jadi pembaca. Apa kalian tidak malu tentang imajinasi teman-teman yang membaca?
Bukankah kemesraan itu privat and confidental? Kenapa tidak kalian jaga untuk berdua saja? Itu baik buat kalian. Kami tidak butuh dan tidak perlu tahu apa kalian sedang program menambah anak atau ingin berhubungan seksual ketika bertemu. Sungguh itu bukan urusan kami.
Kakak-kakakku, maaf jika tulisan ini menyinggung.
Semoga kita selalu dijaga Alloh dari perbuatan yang tercela.
Salam
Adikmu yang menyayangimu.
Dua hari ini aku lagi malas menulis, tapi karena baca status fesbuk seseorang jadi tergerak untuk buka blog.
Dear Kakak-kakakku dan semua orang yang sudah berumah tangga, tanpa mengarungi rasa hormat ijinkan aku menyampaikan unek-unek sebagai orang yang sayang kalian dan sebagai orang yang belum menikah.
Sudah lama aku terganggu dengan status-status kalian tentang hubungan pernikahan, tidak, bukan cemburu tapi ini lebih ke attitude bersosial media. Dan kali ini atas sayang ini aku memutuskan mencurahkan semua yang mengganjal. Awalnya aku takut menyampaikannya, kemudian terganggu dengan update-update itu lalu ku hide, tapi rasanya mendiamkan kalian dan pura-pura tidak tahu bukan pilihan yang tepat.
Kakak-kakakku, saya tahu hubungan kalian halal, tapi halal tidak lantas mengumbar kemesraan di fesbuk. Teman fesbuk kalian tidak semuanya sudah berumah tanggakan? Bahkan adek-adek kecil yang di bawah umurpun akan membaca update-an kalian. Jelas ini tidak layak dibaca anak kecil, saya pun malu ketika membaca seorang istri yang sedang banyak makan tauge dan akan ke salon untuk menyambut suaminya pulang. Pernah berpikir apa yang aku pikirkan? Ahhh, sudahlah saya malu, bahkan hanya sekedar jadi pembaca. Apa kalian tidak malu tentang imajinasi teman-teman yang membaca?
Bukankah kemesraan itu privat and confidental? Kenapa tidak kalian jaga untuk berdua saja? Itu baik buat kalian. Kami tidak butuh dan tidak perlu tahu apa kalian sedang program menambah anak atau ingin berhubungan seksual ketika bertemu. Sungguh itu bukan urusan kami.
Kakak-kakakku, maaf jika tulisan ini menyinggung.
Semoga kita selalu dijaga Alloh dari perbuatan yang tercela.
Salam
Adikmu yang menyayangimu.
Minggu, 09 Februari 2014
Caving ke Goa Gudawang
09 Februari 2014
Yeay, hari ini ternyata jadi hari pertamaku ngerasain caving, yaa.. caving ke Goa Gudawang.
Aku dan teman-temanku berangkat sekitar jam delapan pagi dari kampus IPB Dramaga menuju Cigudeg dengan mengunakan angkot Bogor - Jasinga.
Dan ternyata jauuuuuuuhhhh pake sangat! Aku pikir Dramaga tempat kampusku berada ini sudah negeri antah barantah, ternyata masih ada lagi negeri tak berujung setelah Dramaga. Temanku yang baru satu semester kuliah di IPB protes karena waktu aku mengajaknya aku bilang goa nya deket kampus. Ya maap, ternyata ... Hahahaha
Perjalanan ditempuh sekitar satu jam (lebih), berhenti di pertigaan Kadaka dan perjalanan pun belum berakhir, masih ada sekitar 8 km lagi untuk sampai di Goa Gudawang. Bagi yang tidak membawa kendaraan pribadi bisa naik mobil carry yang sudah stand by menanti di pertigaan Kadaka ini.
Goa Gudawang ini terdiri atas 12 goa, dengan tiga goa telah dieksplorasi, yaitu: Goa Simasigit, Goa Sipahang, dan Goa Simenteng. Untuk masuk dan menjelajahi goa di dalamnya kita perlu membayar tiket masuk Rp. 7000.
Caving kali ini kami mengunjungi Goa Simenteng dan Sipahang.
Goa Simenteng.
Pintu goa ini dibentuk seperti kepala singa dengan mulut menganga. Keaslian goa ini sedikit terganggu dengan lampu, kabel, tangga, dan juga selang air.
Di sini kita dapat melihat genangan air, stalaktit, dan juga kelelawar. Semakin dalam semakin gelap dan napas terasa sesak karena konsentrasi oksigen sepertinya berkurang dari normal dan juga ditambah bau guano yang cukup mengganggu.
Banyak sekali ditemui gerombolan kelelawar. Pada bagian ujung, selain konsentrasi oksigen berkurang, jalan juga licin karena lembab dan dipenuhi kotoran kelelawar. Dan di sini aku menyempatkan diri untuk jatuh. Ok, terjatuh bukan sengaja jatuh. Tapi tenang aku masih bisa bangkit lagi, dan tau arah jalan pulang.
Dan weew, guanonya nempel dimana-mana, untungnya gelap dan aku tak berniat menyenterinya, karena kata temen-temenku kotorannya sudah banyak dihuni dengan belatung, berdekomposisi.
Langsung lari ke genangan air untuk ngebersihin diri dari guano ini dan pengen cepet-cepet keluar biar bisa menghirup udara segar.
Goa Sipahang.
Kami perlu berjalan sekitar 300m untuk sampai ke pintu Goa Sipahang.
Goa Sipahang terlihat lebih natural dan juga lampu yang telah terpasang kebetulan sedang tidak nyala.
Goa ini lebih bersih dari Goa Simenteng, kelelawarnya pun lebih sedikit, tapi ada beberapa jalan yang memaksa kami untuk merunduk.
Selain itu, Goa Sipahang lebih panjang daripada Goa Simenteng dan lebih indah, perjalanan pun lebih tidak terasa.
Dan hari menjelang sore, kamipun memutuskan pulang, caving yang jadi pengalaman pertama ini pun berakhir.
Bukan seberapa indah tempat yang dituju, tapi seberapa banyak kakimu sudah melangkah. Dunia ini begitu luas, jadi keluarlah!
Yeay, hari ini ternyata jadi hari pertamaku ngerasain caving, yaa.. caving ke Goa Gudawang.
Aku dan teman-temanku berangkat sekitar jam delapan pagi dari kampus IPB Dramaga menuju Cigudeg dengan mengunakan angkot Bogor - Jasinga.
Dan ternyata jauuuuuuuhhhh pake sangat! Aku pikir Dramaga tempat kampusku berada ini sudah negeri antah barantah, ternyata masih ada lagi negeri tak berujung setelah Dramaga. Temanku yang baru satu semester kuliah di IPB protes karena waktu aku mengajaknya aku bilang goa nya deket kampus. Ya maap, ternyata ... Hahahaha
Perjalanan ditempuh sekitar satu jam (lebih), berhenti di pertigaan Kadaka dan perjalanan pun belum berakhir, masih ada sekitar 8 km lagi untuk sampai di Goa Gudawang. Bagi yang tidak membawa kendaraan pribadi bisa naik mobil carry yang sudah stand by menanti di pertigaan Kadaka ini.
Goa Gudawang ini terdiri atas 12 goa, dengan tiga goa telah dieksplorasi, yaitu: Goa Simasigit, Goa Sipahang, dan Goa Simenteng. Untuk masuk dan menjelajahi goa di dalamnya kita perlu membayar tiket masuk Rp. 7000.
| Pintu masuk Goa Gudawang |
Goa Simenteng.
Pintu goa ini dibentuk seperti kepala singa dengan mulut menganga. Keaslian goa ini sedikit terganggu dengan lampu, kabel, tangga, dan juga selang air.
| Pintu masuk Goa Simenteng |
| Stalaktit dalam Goa Simenteng |
| Kelelawar di langit-langit goa |
Langsung lari ke genangan air untuk ngebersihin diri dari guano ini dan pengen cepet-cepet keluar biar bisa menghirup udara segar.
Goa Sipahang.
Kami perlu berjalan sekitar 300m untuk sampai ke pintu Goa Sipahang.
| Jalan menuju Goa Sipahang |
| Pintu masuk Goa Sipahang |
| Jalan sempit yang harus dilewati |
| Stalaktik dalam Goa Sipahang |
Bukan seberapa indah tempat yang dituju, tapi seberapa banyak kakimu sudah melangkah. Dunia ini begitu luas, jadi keluarlah!
Gunung Kapur (7)
08 Januari 2013
Satu part paling menyenangkan waktu ngedaki selain melihat sang jingga adalah terlentang di atas tanah ngeliat ke langit tanpa batas. Ahhh rasanya menenangkan dengan ditemani pantulan cahaya bintang dan pikiran yang berlomba-lomba mengusik sembari menunggu kantuk dengan angin semilir menerpa. Oke, angin kenceng tepatnya malam ini.
Yaaa, tadi malam aku bertandang ke Gunung Kapur lagi. Melepas galau (lagi)? Hahaha, tidak, aku selalu mau kalo diajak kesana, galau atopun ga :)
Walau tadi malam cerah, musim penghujan tetap meninggalkan jejak becek di jalan setapak yang kami lalui.
Berjalan lebih pelan karena tersendat jalan yang licin, dan ini jelas menguntungkan aku, bisa curi-curi napas ketika nungguin yang di belakang jadi ga ngos-ngosan.
Kebahagian sampai puncak bertambah karena ga ada orang lain di atas. Ya iyala, orang aneh macam apa yang musim hujan gini naik ke puncak? Macam kami.
Ritual di atas? masih tetap sama dengan malam-malam lain ketika ngedaki.
Ga ada yang spesial, tapi ga pernah bosan :)
Pagi menjelang dengan semburat jingga yang malu-malu muncul di balik awan. Kali ini sang jingga ga terlalu indah dibanding yang lalu, selain karena tertutup pekat awan juga karena posisinya yang telah bergeser.
Kami turun sekitar pukul 07:00.
Ntah kenapa sudah dua kali ini Waqif selalu buang air besar setiap hampir sampai di bawah -_-.
Nungguin dia di bawah hutan jati dengan hujan perlahan menyapa, dan jalan menjadi licin.
Buuug...., oke Roman jatuh karena licinnya jalan. Kami tertawa
Buuug...., oke kali ini aku yang jatuh. Hahahaha
Dua sama dengan Roman aku jatuh terpleset, dan membuat yang lain lebih berhati-hati.
Hahaha, pagi ini tertawa lepas, tanpa malu ketika jatuh, tanpa malu ketika diketawain. Seperti anak kecil yang abis becek-becekan, seperti itu kondisi bajuku. Karena berani kotor itu baik :))
Satu part paling menyenangkan waktu ngedaki selain melihat sang jingga adalah terlentang di atas tanah ngeliat ke langit tanpa batas. Ahhh rasanya menenangkan dengan ditemani pantulan cahaya bintang dan pikiran yang berlomba-lomba mengusik sembari menunggu kantuk dengan angin semilir menerpa. Oke, angin kenceng tepatnya malam ini.
Yaaa, tadi malam aku bertandang ke Gunung Kapur lagi. Melepas galau (lagi)? Hahaha, tidak, aku selalu mau kalo diajak kesana, galau atopun ga :)
Walau tadi malam cerah, musim penghujan tetap meninggalkan jejak becek di jalan setapak yang kami lalui.
Berjalan lebih pelan karena tersendat jalan yang licin, dan ini jelas menguntungkan aku, bisa curi-curi napas ketika nungguin yang di belakang jadi ga ngos-ngosan.
Kebahagian sampai puncak bertambah karena ga ada orang lain di atas. Ya iyala, orang aneh macam apa yang musim hujan gini naik ke puncak? Macam kami.
Ritual di atas? masih tetap sama dengan malam-malam lain ketika ngedaki.
Ga ada yang spesial, tapi ga pernah bosan :)
Pagi menjelang dengan semburat jingga yang malu-malu muncul di balik awan. Kali ini sang jingga ga terlalu indah dibanding yang lalu, selain karena tertutup pekat awan juga karena posisinya yang telah bergeser.
Kami turun sekitar pukul 07:00.
Ntah kenapa sudah dua kali ini Waqif selalu buang air besar setiap hampir sampai di bawah -_-.
Nungguin dia di bawah hutan jati dengan hujan perlahan menyapa, dan jalan menjadi licin.
Buuug...., oke Roman jatuh karena licinnya jalan. Kami tertawa
Buuug...., oke kali ini aku yang jatuh. Hahahaha
Dua sama dengan Roman aku jatuh terpleset, dan membuat yang lain lebih berhati-hati.
Hahaha, pagi ini tertawa lepas, tanpa malu ketika jatuh, tanpa malu ketika diketawain. Seperti anak kecil yang abis becek-becekan, seperti itu kondisi bajuku. Karena berani kotor itu baik :))
Jumat, 07 Februari 2014
Laki-laki yang layak dipilih adalah yang selalu khawatir tidak layak jadi pilihan
07 Februari 2014
Oke, sedikit produktif pagi ini, di tengah mendungnya Bogor yang mengundang kantuk. Mendung? Oke aku cuma menduga doang, tirai kamar aja belom dibuka, gimana cerita tahu kalo di luar mendung.
Beberapa bulan lalu aku dapat link bagus tulisan tentang cinta gitu, judulnya In between.
Aku jatuh cinta dengan tulisannya, dan satu part yang buat aku terinspirasi nyampah diblog pagi ini adalah:
Bukan karena kurang ganteng, kurang baik, kurang pintar, apalagi kurang kaya. Masalahnya adalah lebih. Dia lebih pede lagi kalo dia itu high quality, ganteng, dan cewe-cewe suka sama dia. That's all.
Padahal ...
"Laki-laki yang layak dipilih adalah yang selalu khawatir tidak layak jadi pilihan"
Jadilah dia ga layak dipilih buat aku.
Bagi kami, khawatir tidak layak jadi pilihan bukan berarti lelaki minder ato hopeless. Itu menunjukkan penghargaan untuk kami, karena kalian menganggap kami spesial.
Oke, sedikit produktif pagi ini, di tengah mendungnya Bogor yang mengundang kantuk. Mendung? Oke aku cuma menduga doang, tirai kamar aja belom dibuka, gimana cerita tahu kalo di luar mendung.
Beberapa bulan lalu aku dapat link bagus tulisan tentang cinta gitu, judulnya In between.
Aku jatuh cinta dengan tulisannya, dan satu part yang buat aku terinspirasi nyampah diblog pagi ini adalah:
"Laki-laki yang layak dipilih adalah yang selalu khawatir tidak layak jadi pilihan"
Kalimat ini menggugah pemikiranku, mungkin juga menjadi jawaban kenapa aku masih bertahan menjaga hati untuknya.
Pernah, ada seseorang. Dia baik, bagiku dia tidak cakep, walau kenyataannya banyak orang yang ingin mengenalnya, mungkin kalaupun aku harus memujinya dia itu OKE.
Kalau dilihat dari penampilan mungkin dia paket komplit, ceile di kira bakso. Tinggi, putih, pintar, suka olahraga, bisa main musik, bisa nyanyi, dan blablabla, cukup modal untuk membuat wanita melirik. Termasuk aku. Wuuuuussshhh...
Aku ga perlu usaha buat dia mengenal aku, he is my friend, poin plus buat guweh cuy.
Maaf ya anda-anda harus berusaha lebih keras lagi.
Apa kami jadian? apa kami berkomitmen sesuatu?
Ga
Oke, aku PEDE mengatakan kalo aku ga cantik. Tapi lebih PEDE lagi mengatakan aku ga mau sama dia (biar berasa aku nolak dia gitu). Dia bisa dapetin yang lebih dari aku, tapi aku pastiin dia ga bisa dapetin aku.Bukan karena kurang ganteng, kurang baik, kurang pintar, apalagi kurang kaya. Masalahnya adalah lebih. Dia lebih pede lagi kalo dia itu high quality, ganteng, dan cewe-cewe suka sama dia. That's all.
Padahal ...
"Laki-laki yang layak dipilih adalah yang selalu khawatir tidak layak jadi pilihan"
Bagi kami, khawatir tidak layak jadi pilihan bukan berarti lelaki minder ato hopeless. Itu menunjukkan penghargaan untuk kami, karena kalian menganggap kami spesial.
Tulisan bercetak biru bukanlah kisah nyata penulis ya, cuma ilustrasi dari cerita teman temannya penulis.
Selamat pagi, Jumat barokah ...
Look Back
07 Februari 2014
Beberapa hari ini ramai di TL fesbuk tentang aplikasi look back yang bisa buat kita flashback tentang apa yang kita share di fb.
Pagi ini aku iseng ngebukanya, dan menemukan update status terfavorit yang pernah aku buat:
"1 tahun lalu sy mnangis atas nilai D, skarang sy mengerti knpa harus dapet D & mengulang.
*Kan udah dibilang Tuhan tahu apa yg trbaik utk hambaNya.
Nikmati saja jika kau hrus brsedih hari ini, diwaktu lain kau akn dpt jawabn knp kau hrus brsedih hari ini..." 16 Juni 2011
Satu tahun dalam status itu waktu aku nerima hasil kemajuan belajarku. Tiga tahun kuliah di IPB ga pernah seumur-umur lihat nilai D di transkrip nilaiku, dan hari itu aku mendapatkannya. Yeahhh.. akhirnya, hidup semakin lengkap, semakin berwarna. Jangan tanya apa yang terjadi selanjutnya. Jelaslah sudah...
NANGIS!
Sicengeng ini ga terima... hahaha..
D pertama, mata kuliah Metode Statistika yang di Mayorku cuma sebagai supporting course, zzzzz banget.
Aku ngulang di tahun berikutnya.
Santai, tanpa effort yang besar aku melenggang dengan nilai A, iya walau nilai A*. Hahaha...
Bukan kenapa harus D, bukan kenapa temen-temen yang kuajarin lulus dan aku ga, bukan karena dosennya yang ga enak ngajarnya, tapi karena saat aku ngulang aku butuh ilmu ini untuk skripsiku.
Mungkin memang harus aku yang memperdalam ilmu ini supaya bisa ngajarin yang lain juga waktu mereka kebingungan tentang statistika yang nyempil di skripsi mereka.
Dan yang terpenting ini memang untuk kebaikan aku.
Tahun ini, Semester awal aku menjadi mahasiswa lagi, dan ternyata bertemu dengan sudaranya Metode Statistika, namanya Analisis Statistika.
Karena sudah lebih dulu dalam mempelajarinya (kalau ga mau dibilang ngulang) aku pun sukses dengan nilai A dan tanpa bintang :D
Ya Alloh, rencanaMu itu memang jangka panjang kebaikannya..
Status lainnya:
"So when you choose a life partner, yang lebih penting dari ga malu2in dibawa kondangan adalah: maukah dia mengurusimu sampai tua, dan sebaliknya. Saat ga ada lagi kondangan, ga ada lagi pamer2 pasangan cakep di depan teman2. cuma ada kalian berdua, duduk di teras rumah, menikmati masa tua" 23 Mei 2013
Ini kutipan dari buku Ika Natassa, berdoa nanti aku milih partner yang kayak gini, love this quote!
Dan tentang pagi ini, bahagia adalah ketika melihat teduhnya wajah di depan cermin setelah selesai berkomunikasi dengan Alloh, dan setelah mengganjal perut dengan buah lalu perut berkontraksi dan kemudian plooong :D
Selamat pagi...
Beberapa hari ini ramai di TL fesbuk tentang aplikasi look back yang bisa buat kita flashback tentang apa yang kita share di fb.
Pagi ini aku iseng ngebukanya, dan menemukan update status terfavorit yang pernah aku buat:
"1 tahun lalu sy mnangis atas nilai D, skarang sy mengerti knpa harus dapet D & mengulang.
*Kan udah dibilang Tuhan tahu apa yg trbaik utk hambaNya.
Nikmati saja jika kau hrus brsedih hari ini, diwaktu lain kau akn dpt jawabn knp kau hrus brsedih hari ini..." 16 Juni 2011
Satu tahun dalam status itu waktu aku nerima hasil kemajuan belajarku. Tiga tahun kuliah di IPB ga pernah seumur-umur lihat nilai D di transkrip nilaiku, dan hari itu aku mendapatkannya. Yeahhh.. akhirnya, hidup semakin lengkap, semakin berwarna. Jangan tanya apa yang terjadi selanjutnya. Jelaslah sudah...
NANGIS!
Sicengeng ini ga terima... hahaha..
D pertama, mata kuliah Metode Statistika yang di Mayorku cuma sebagai supporting course, zzzzz banget.
Aku ngulang di tahun berikutnya.
Santai, tanpa effort yang besar aku melenggang dengan nilai A, iya walau nilai A*. Hahaha...
Bukan kenapa harus D, bukan kenapa temen-temen yang kuajarin lulus dan aku ga, bukan karena dosennya yang ga enak ngajarnya, tapi karena saat aku ngulang aku butuh ilmu ini untuk skripsiku.
Mungkin memang harus aku yang memperdalam ilmu ini supaya bisa ngajarin yang lain juga waktu mereka kebingungan tentang statistika yang nyempil di skripsi mereka.
Dan yang terpenting ini memang untuk kebaikan aku.
Tahun ini, Semester awal aku menjadi mahasiswa lagi, dan ternyata bertemu dengan sudaranya Metode Statistika, namanya Analisis Statistika.
Karena sudah lebih dulu dalam mempelajarinya (kalau ga mau dibilang ngulang) aku pun sukses dengan nilai A dan tanpa bintang :D
Ya Alloh, rencanaMu itu memang jangka panjang kebaikannya..
Status lainnya:
"So when you choose a life partner, yang lebih penting dari ga malu2in dibawa kondangan adalah: maukah dia mengurusimu sampai tua, dan sebaliknya. Saat ga ada lagi kondangan, ga ada lagi pamer2 pasangan cakep di depan teman2. cuma ada kalian berdua, duduk di teras rumah, menikmati masa tua" 23 Mei 2013
Ini kutipan dari buku Ika Natassa, berdoa nanti aku milih partner yang kayak gini, love this quote!
Dan tentang pagi ini, bahagia adalah ketika melihat teduhnya wajah di depan cermin setelah selesai berkomunikasi dengan Alloh, dan setelah mengganjal perut dengan buah lalu perut berkontraksi dan kemudian plooong :D
Selamat pagi...
Kamis, 06 Februari 2014
Perasaan yang bernama jatuh cinta
Jatuh cinta itu memang sungguh sesuatu yang luar biasa.
Jenis perasaan ini sebenernya sama dengan perasaan lain: sedih, suka, kecewa, bahagia. Namun mungkin dosis yang kita kasih terlalu tinggi jadilah perasaan ini lebih berasa spesial.
Betapa tidak, seseorang yang tidak suka novel percintaan tiba-tiba menyelesaikan membacanya dalam satu hari. Bukan karena isinya tapi karena siapa yang meminjamkannya. Right?
Seseorang yang ga punya twitter ato tumblr, tiba-tiba bikin akun. Bukan karena dia adalah sosialita, tapi siapa yang dia follow. Right?
Hahaha, ini kayaknya aku tertuju ke orang di sekitar. Lalalala
Hampir, orang-orang yang jatuh cinta mengikuti apa yang disukai orang yang dicintainya, ntah musik, ntah buku, ntah makanan, ntah kegiatan yang disukai. Tujuannya? Mungkin untuk menunjukkan kalo dia interest, bisa jadi untuk memahami orang yang dia suka, mugkin juga biar nyambung kalo ngobrol, ato mungkin supaya ada bahan obrolan.
Kesimpulannya? Kalo orang yang kamu suka ga nunjukin sikap di atas, mungkin kamu harus segera move on karena terindikasi dia ga interest sama kamu. :D
Selamat siang...
Setiap rasa selalu punya masanya ...
Jenis perasaan ini sebenernya sama dengan perasaan lain: sedih, suka, kecewa, bahagia. Namun mungkin dosis yang kita kasih terlalu tinggi jadilah perasaan ini lebih berasa spesial.
Betapa tidak, seseorang yang tidak suka novel percintaan tiba-tiba menyelesaikan membacanya dalam satu hari. Bukan karena isinya tapi karena siapa yang meminjamkannya. Right?
Seseorang yang ga punya twitter ato tumblr, tiba-tiba bikin akun. Bukan karena dia adalah sosialita, tapi siapa yang dia follow. Right?
Hahaha, ini kayaknya aku tertuju ke orang di sekitar. Lalalala
Hampir, orang-orang yang jatuh cinta mengikuti apa yang disukai orang yang dicintainya, ntah musik, ntah buku, ntah makanan, ntah kegiatan yang disukai. Tujuannya? Mungkin untuk menunjukkan kalo dia interest, bisa jadi untuk memahami orang yang dia suka, mugkin juga biar nyambung kalo ngobrol, ato mungkin supaya ada bahan obrolan.
Kesimpulannya? Kalo orang yang kamu suka ga nunjukin sikap di atas, mungkin kamu harus segera move on karena terindikasi dia ga interest sama kamu. :D
Selamat siang...
Setiap rasa selalu punya masanya ...
Rabu, 05 Februari 2014
Kalo gw ga suka digituin, berarti gw ga boleh nolak kalo dikasih sesuatu sama orang
05 Februari 2014
Teringat kejadian seorang teman, sebut saja Waqif yang kecewa gara-gara menawarkan makanan ke temannya tapi selalu ditolak.
Dia bilang "Kalo gw ga suka digituin, berarti gw ga boleh nolak kalo dikasih sesuatu sama orang"
Dan aku adalah orang yang paling kesel sama orang tipe beginian. Waqif sih masih mending, langsung ditolak, paling ga makanannya ga sia-sia terbuang. Lah aku?
Aku suka pisang, kemarin aku bawa lima buah pisang ke kos, dengan niat berbagi aku menyisakan dua buat temen sekosan.
Eh, sampe malem ini juga ga dimakan-makan, boro-boro dimakan pindah tempat pun ga. Bete -_-
Bingung sama orang kayak gitu, kalo ga mau kenapa diterima.., pake acara "makasih" pula, aku kan ngasih bukan karena ga doyan, tau ga mau mending aku makan sendiri -..-
Dilema!
Dibiarin aja ntar busuk, dimakan padahal udah kukasihin ke mereka. Zzz ...
Aku putusin!
...
...
Mending kumakan.
Ya Alloh demi apapun maafin hamba, tidak bermaksud memakan hak orang, tapi daripada busuk mending dimakan, nanti kalo mereka nanya aku beliin lagi deh. Sayang soalnya.
Laper juga.. Heee..
Ga lagi lagi, lalalala
Minggu, 02 Februari 2014
Karena yang menakutkan dari perpisahan bukanlah kehilangan, tapi dilupakan
02 Februari 2014
"Jangan lupakan aku ya mba"
Itu isi sms Ary kemaren, sama persis dengan kata-kata ibu pemilik kosan waktu aku praktik lapangan di Ciater 3.5 tahun lalu, ketika beliau mengucapkan salam perpisahan denganku.
Pake nangis juga ga? Tentu.
Iya aku cengeng, cengeng banget. Tapi ibu itu tidak pernah tahu kalau aku nangis di perjalananku menuju Bogor.
Karena yang menakutkan dari perpisahan bukanlah kehilangan, tapi dilupakan.
Dan tenang saja, yang berkenan di hati tidak akan pernah terlupa.
Dan ohhh Tuhan lihat kosan ini pagi ini, hujan, tak berpenghuni (kecuali aku), sepi, sendiri. Tidak ada yang bisa diajak bicara kecuali dengan tulisan ini.
Di tengah haru biru ini terimakasih listrik tetap nyala dan mematikannya ketika aku bersama teman-temanku kemarin, terimakasih atas tetangga kosan yang punya alarm pengingat sholat yang kenceng. Terimakasih atas ayat yang tepat pagi ini:
"Dan sesungguhnya Dialah yang menjadikan orang tertawa dan menangis" (An Najm: 43).
Dia yang memiliki hikmah dalam hal tersebut :)
"Jangan lupakan aku ya mba"
Itu isi sms Ary kemaren, sama persis dengan kata-kata ibu pemilik kosan waktu aku praktik lapangan di Ciater 3.5 tahun lalu, ketika beliau mengucapkan salam perpisahan denganku.
Pake nangis juga ga? Tentu.
Iya aku cengeng, cengeng banget. Tapi ibu itu tidak pernah tahu kalau aku nangis di perjalananku menuju Bogor.
Karena yang menakutkan dari perpisahan bukanlah kehilangan, tapi dilupakan.
Dan tenang saja, yang berkenan di hati tidak akan pernah terlupa.
Dan ohhh Tuhan lihat kosan ini pagi ini, hujan, tak berpenghuni (kecuali aku), sepi, sendiri. Tidak ada yang bisa diajak bicara kecuali dengan tulisan ini.
Di tengah haru biru ini terimakasih listrik tetap nyala dan mematikannya ketika aku bersama teman-temanku kemarin, terimakasih atas tetangga kosan yang punya alarm pengingat sholat yang kenceng. Terimakasih atas ayat yang tepat pagi ini:
"Dan sesungguhnya Dialah yang menjadikan orang tertawa dan menangis" (An Najm: 43).
Dia yang memiliki hikmah dalam hal tersebut :)
Langganan:
Komentar (Atom)