Jumat, 01 Maret 2013

Pendidikan VS Jodoh

Percakapan antara teman dan aku tentang pendidikan dan jodoh. Hal ini terjadi ketika dia mengetahui niat aku untuk melanjutkan kuliah S2. Dia bilang "ntar suami kamu minder loh kalo kamu S2, berarti kamu harus cari suami yang jadi pengusaha, atau S2 juga, atau polisi, atau tentara, dokter, atau ,,,,, kalo ga nanti dapet sisa, mau?"
Hihihihi, ini menggelitik bagi aku, setelah pendidikan yang selalu dikaitkan dengan pekerjaan sekarang pendidikan juga dikaitkan dengan jodoh, atau mungkin memang paradigma ini sudah lama ada di masyarakat aku pun ga tau ya. Lucu sih, ketika tingkat pendidikan itu ternyata berpengaruh terhadap profesi calon suami. Lucunya lagi ketika lelaki yang berpendidikan tinggi malah dianggap gampang untuk mendapatkan pasangan, namun berkebalikan dengan wanita yang berpendidikan, cenderung ini tidak adil untuk mereka, wanita yang berpendidikan. Mungkin ini berkaitan dengan egonya lelaki yang tak mau "direndahkan" :D.

Lantas apa aku harus mengurungkan niat untuk melanjutkan S2 demi peluang mendapatkan jodoh lebih besar? Hahahaha, tentu tidak. Bagiku hanya lelaki picik yang nantinya tidak jadi menikahi wanita yang dia cintai hanya karena perbedaan tingkat pendidikan. Aku berasal dari keluarga sederhana yang tidak pernah membedakan orang dari tingkat kekayaan ato pendidikan. Bapakku hanya bilang "asal Islam bapak terima" sederhana sekali kan syarat orangtuaku.

Ada banyak pertimbangan bagiku untuk melanjut S2, tapi jelas bukan ingin pamer gelar apalagi cari kekayaan. Salah satunya, seperti kata aktris Dian Sastro Wardoyo "Entah berkarir atau menjadi ibu rumah tangga, seorang wanita wajib berpendidikan tinggi karena ia akan menjadi ibu. Ibu-ibu cerdas akan menghasilkan anak-anak cerdas". Dan tentunya anakku nanti harus lebih cerdas dari aku :)


3 komentar: