Senin, 18 Maret 2013

Aku mau menikah!

Ok, kali ini kembali lagi tentang cinta, tentang hubungan, tentang nikah.
Duduk-duduk dengan teman-temanku sekedar becanda larinya ke nikah, masuk kosan temen kosan lagi curhat tentang keinginannya menikah, di kantor juga terdengar kata nikah, oh God, harus lari kebelahan dunia mana supaya tidak terdengar kata itu.

Wanita dengan usia segini rentan sekali nampaknya dengan urusan menikah. Untungnya udah ga ada lagi iklan alat kontrasepsi yang menyinggung "kapan nikah?", kalo masih aku pasti bakal bilang "itu iklan nanya ke gue?" -__-

Hahaha, siapa sih yang ga pengen nikah? Menggenapkan separuh agama boooo, ada yang bisa diberi perhatian tanpa malu-malu, ada teman berbagi, ada teman yang menguatkan, ada yang selalu akan menenangkan.
Kalo ditanya mau nikah, aku ya mau, tapi hidup ini terlalu singkat untuk memikirkan sesuatu yang belum terjadi. Selagi menunggu sang Mr. Right yang entah ada di sudut belahan mana aku ingin menghabiskan waktu menikmati hidup ini. Ya itu salah satu cara mengalihkan perhatian juga tentunya, siapa sih yang ga penasaran dengan Mr. Right nya di tengah milyaran lelaki yang ada di bumi ini, sambil aku meyakinkan diri kalo cinta akan menemukan jalannya sendiri. Ada banyak tempat yang belum aku kunjungi, ada banyak tempat tersembunyi yang begitu menenangkan, ada banyak tempat yang begitu melelahkan mencapainya tapi begitu puas menaklukkannya. Selagi sendiri, selagi bebas, mari menikmati hidup bersama teman-teman, mengunjungi tempat sebanyak-banyaknya sebelum Mr. Right itu keburu dateng, ada di depan mata dan aku sepenuhnya milik dia.

2 komentar:

  1. justru sekarang aku agk gimana gt kalau ngomongin nikah. serba complicated. rasanya aku msh terlalu muda buat nikah.aku harus bantu keluarga dulu.aku entah knapa blm yakin bisa 100%bantu keluargaku kalau aku nikah. heuu..dilema anak pertama

    BalasHapus
  2. Iya, bener. Ga akan ada perhatian 100% lagi untuk keluarga ketika kita sudah punya pasangan hidup, dan parahnya mungkin (semoga ga terjadi) kita menomor duakan keluarga utama kita.

    Mari kita nikmatin sebanyak-banyaknya melakukan hal yang mungkin ga bisa kita lakuin nanti ketika kita telah bersuami :)

    BalasHapus