Selasa, 26 Maret 2013

Corner boy, contoh pria sebenarnya

Seminggu ini beberapa rekan kerjaku heboh dengan kedatangan seorang pria yang bekerja di tempat yang sama dengan kami. Pria ini menampakkan diri setelah beberapa bulan ga tau entah kemana. Mereka memanggilnya dengan "Corner Boy",  karena pria ini suka duduk di pojokan. Hoho, memperhatikan sekali nampaknya teman-temanku ini.
Corner boy ini menjadi idola beberapa rekan kerjaku. Karena apa? Aku memperhatikannya, postur tubuhnya biasa saja, malah cenderung kurus, wajahnya lumayan ok, tapi kayaknya ga bikin wanita jatuh cinta pada pandangan pertama, beberapa kali aku berpapasan dengannya saja aku ga mampu mengingat kalo dia itu corner boy dipertemuan berikutnya.
dari cerita temanku, ternyata dia spesial karena dia memperlakukan wanita dengan baik, kata salah satu temanku "dia laki banget". Sepele apa yang dilakukannya sebenarnya, dia hanya selalu membuka pintu shuttle bus, menunggu wanita2 keluar, lalu menutupnya kembali. Sepele bukan? tapi itu berdampak besar bagi hati wanita :D.

Yah, begitulah wanita, ada banyak pria tampan di luar sana, tapi itu ga akan pernah cukup untuk wanita jatuh hati. Dia butuh pria sebenarnya, pria yang memperlakukan wanita selayaknya. Pria yang membukakan pintu shuttle bus untuk yang lain, menunggui semua keluar lalu menutupnya; membantunya ketika dia kesulitan keluar dari parkir; yang mengantarnya ketika telah tengah malam, menunggu sampai memastikan dia telah masuk ke dalam rumah. Sederhana saja. Kalian mungkin tidak sadar bahwa itu membuat wanita tersanjung, yaaah walau meski mereka tidak akan mangatakannya pada kalian. Beberapa yang berego malah menganggap seperti "kacung" tapi percayalah bagi kami, kalian istimewa.

Kamis, 21 Maret 2013

Sendiri itu JAUUUUUUHHH lebih baik daripada berumah tangga! ...

Okeh, aku kembali lagi ga jauh-jauh, tentang nikah lagi :D
Heuuuh, pengen nikah apa yaaaah -_-, yang jelas aku sedang sangat interest dengan kata satu ini "nikah"

Kemarin aku lagi searching sesuatu di google, dan nemu tumblrnya mbak Ditha yang bahas tentang hal satu ini.
hampir semua orang yang mau menikah akan menghadapi kebimbangan, antara masih ingin bertahan sendiri dengan segala kebebasannya atau memilih berbagi dengan segala kebahagiannya. Kalo aku sendiri sih, memilih menikmatinya, mau nikah tapi pasangannya masih di luar sana, ya pilihannya menikmati hidup ini selagi bebas, sambil menunggu dia.

Tapi bagi yang merasa sendiri itu JAUUUUUUHHH lebih baik daripada berumah tangga, kata siapa? baca ini ya:

“Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (menikah) dari hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. JIKA MEREKA MISKIN ALLAH AKAN MENGKAYAKAN MEREKA DENGAN KARUNIANYA. Dan Allah Maha Luas (pemberianNya) dan Maha Mengetahui.” (QS. An Nuur (24) : 32)

Buat yang takut ga bisa membiayai kehidupan rumah tangganya nanti, ga ada alasan lagi kan ya!

Hadits Riwayat Al-Hakim, artinya: Barangsiapa menikah, maka dia telah menguasai separuh agamanya, karena itu hendaklah ia bertakwa kepada Allah dalam memelihara yang separuhnya lagi.

Riwayat Maisarah, artinya: Sungguh, ketika suami isteri saling memperhatikan, maka Allah memperhatikan keduanya dengan penuh rahmat. Manakala suami merengkuh telapak tangan isteri (meremas-remasnya), berguguranlah dosa-dosa keduanya dari sela-sela jari-jemari. 

Pegangan tangan aja dapet pahala, mau kan ya!

Hadits Riwayat Ibnu Majah, artinya: Siapapun wanita yang meninggal dunia sedang suaminya meridhainya maka dia akan masuk surga. 

Hadits Riwayat Ath Thabrani, artinya: jika seorang wanita mengerjakan shalat  5 waktu, berpuasa satu bulan penuh (Ramadhan), dan mentaati suaminya, maka hendaklah ia memasuki dari pintu surga manapun yang dia kehendaki. 

Yang menikah deket banget kayaknya dengan surga

Jika wanita (istri) memijit/mijat suami tanpa disuruh akan mendapat pahala 7 tola emas dan jika wanita memijit suami bila disuruh akan mendapat pahala 7 tola perak.
  
Istri yang memberi atau membuat segelas air untuk suami akan mendapatkan pahala puasa sunat 1 tahun. 

Istri yang merawat suami maka Allah akan memberi minum dari sungai-sungai yang ada di  surga 

Istri yang berkeringat membuat makanan untuk suaminya, maka Alloh SWT akan menjauhkan neraka sebanyak 7 hasta 

Istri yang menyediakan / memasak makanan yang mengenyangkan suami akan mendapatkan pahala haji dan umrah 

Apabila seseorang calon ibu mengandung janin dalam rahimnya, maka beristighfarlah para malaikat untuknya. Allah Azza Wa Jalla mencatatkan baginya setiap hari dengan 1,000 kebajikan dan menghapuskan darinya 1,000 kejahatan 

Wanita yang hamil (calon ibu) akan dapat pahala berpuasa pada siang hari.Wanita yang hamil (calon ibu) akan dapat pahala beribadat pada malam hari

Apabila seseorang calon ibu mulai sakit hendak bersalin, maka Allah Azza Wa Jalla mencatatkan baginya pahala orang yang berjihad pada jalan Allah. 

Apabila telah lahir anak lalu disusui, maka bagi ibu itu setiap satu tegukan daripada susunya diberi satu kebajikan 

Apabila semalaman seorang ibu tidak tidur dan memelihara anaknya yang sakit, maka Allah Azza Wa Jalla memberinya pahala seperti memerdekakan 70 orang hamba dengan ikhlas untuk membela agama Allah Azza Wa Jalla 

Istri yang melayani dengan baik suami yang pulang ke rumah di dalam keadaan letih akan mendapat pahala jihad 

Wanita yang bersalin (calon ibu) akan mendapat pahala 70 tahun shalat dan puasa dan setiap kesakitan pada satu uratnya Allah mengurniakan satu pahala haji

Masyaalloh hal-hal kecilpun jadi kebaikan bagi seseorang yang menikah, semoga bermanfaat dan menghilangkan keraguan! 

Rabu, 20 Maret 2013

Bawang putih naik? Ga peduli!

Yaaaaa, semua-semua orang membicarakan  tentang harga bawang putih yang naik, terutama media massa yang ga akan ketinggalan tentang liputan hal satu ini.
Entahlah, aku seolah tidak atau sangat jarang sekali tertarik dengan berita di media massa. Bagiku semua isu yang ada di negaraku ini akan berakhir ditelan bumi. Awalnya sangat-sangat heboh, kemudian berujung saling mencari kesalahan, lalu berlalu begitu saja. Semuanya abu-abu, ga tau mana yang benar dan salah.

Aku ga akan sibuk mantengin tivi untuk menyaksikan masalah bawang putih ini. Aku tahunya bawang putih di dekat kosanku minggu lalu mencapai harga Rp. 40000/ kg, aku ga boleh lagi beli eceran, harus ditimbang minimal 1/4 kg.

Aku ga peduli dengan berita yang mengatakan bawang putih menembus angka Rp.100000/ kg, benar atau ga aku hanya percaya dengan apa yang aku alami sendiri. Melihat pemerintah, rakyat, lembaga yang saling mempersalahkan dan melimpahkan pertanggungjawaban atas masalah yang ada membuat aku menjadi orang yang ga mau tahu. Mungkin juga membuat aku kelihatan bodoh karena ga up to date.

Dari kecil, ketika Mama ngomel-ngomel harga sembako naik, aku selalu mendengar Bapak bilang "Nak diapokan lagi, naek yo naek, yang penting kito masih pacak makan" ("Mau diapakan lagi, naik ya naik, yang penting kita masih bisa makan"). Itulah juga yang bikin aku ga terlalu memusingkan harga bawang yang cukup mengganggu ini. Yaaa, walaupun harus aku akui, ini bikin aku males masak karena harga bumbunya jauh lebih mahal dari bahan utamanya.

Bukan ga mau tahu tentang negara ini, tapi keabu-abuan ini lebih baik tidak aku tambahin dengan membuat isu baru ketika membahasnya dengan teman-temanku :D

Selasa, 19 Maret 2013

Don't think too much!

Di dunia ini ada milyaran manusia yang diciptakan berbeda sama Alloh. Kita, sebaik apapun pasti akan ada yang tidak menyukai diri kita. Bagi orang yang suka dengan kita kesalahan kita itu sebesar apapun itu pasti akan bisa mereka terima, berbeda jika mereka, orang yang tidak menyukai kita, sekecil apapun kesalahan yang kita buat itu akan menjadi masalah bagi mereka bahkan dijadiin alasan untuk mengucilkan kita.
Tidak bisa tidak, hidup ini memang begini, dan kita hanya perlu menerima, don't think too much, Yung! Mari menikmati hidup dan lupakan mereka yang tak sepaham dengan kita

Senin, 18 Maret 2013

Kawah Ratu

16 Maret 2013, Yeay hari ini aku akan kembali ke alam lagi, kangen rasa capek jalan kaki :D, sebenernya kangen menikmati tenangnya alam. Tujuannya adalah Kawah Ratu yang ada di kaki Gunung Salak, Bogor.

Janjian sama temen-temenku ini, ga usah tanya kepastiannya deh, ga usah terlalu banyak berharap, yang dateng adalah yang berangkat. Hahaha
Dan ga usah marah kalo janji berangkat 07.00 kenyataannya berangkat 08.00, udah biasaaa :)
Okeh, kami fix berangkat enam orang: aku,  Waqif, Eno, Ricky, Saleh, dan temen mereka (Aris). Kita berangkat jadinya naik motor, perjalanan sekitar satu jam dari kampus IPB Dramaga, kita sampai di Pintu Taman Nasional Gunung Salak, di sini satu motor dikenakan biaya masuk Rp. 10000. Perjalanan kita lanjutkan dengan jalan kaki, dan ga lupa bayar lagi, Rp.5000/ orang untuk menuju ke Kawah Ratu. Baru jalan 3 menit-an, kok udah ngos-ngosan ya. *Apaaaah????? lemah ini, perjalanan masih dua jam lagi, Yung -_-*. Ternyata perlu untuk menyesuaikan diri dulu, dan Saleh berbaik hati tukeran tas karena tas aku lebih berat *Ih, bawa apa sih kamu, Yung! -_-*

Petualangan kali ini beda, mereka sudah ga busuk lagi, sudah menampakkan sifat aselinya, ga peduli lagi deh aku mau jatoh atau jalannya agak susah, ga ada lagi yang nanya "bisa ga, Yung?". Aku berharap untuk hari ini saja mereka jadi busuk lagi, hahahaha.

Di tengah perjalanan kita kepisah jadi dua: aku, Waqif, dan Ricky kepisah dari tiga yang lain, berhubung guide nya Eno berarti kamilah yang kesasar -_-. Ga panik, malah becanda-becanda dan memang ternyata banyak jalan menuju Kawah Ratu :d, akhirnya sekitar 5 menitan ketemu lagi sama mereka. Sepanjang perjalanan ini airnya jernih banget, dingin, segeeerrr, dan  kita menyempatkan diri berenti di salah satu aliran air yang agak gede, untuk istirahat dan juga maen aer.


Lanjut lagi perjalanan, kita sampai di kawah mati, nah di sini mulai kecium bau belerangnya. Disebut Kawah Mati kayaknya karena pohon-pohonnya pada mati kali ya gara-gara belerangnya.


Dan kita sampai di Kawah Ratu, Yeay, dua jamnya udah lewat, I love this time: menyapa alam, bercerita dalam diam, dan menenangkan diri dari rutinitas yang monoton. "Hei alam, ada yang harus kau tahu tentang ceritaku"!




Kita makan di sini, menunya adalah: Pepes ikan, martabak mie, dan nasi lima porsi untuk enam orang, *Waqif, lain kali masak nasinya banyakan ya!*



16:00, waktunya pulang, dan sampai jumpa Kawah Ratu. Sampai jumpa lagi alam, secepatnya!




Di tengah perjalanan pulang kita nemuin Nanas hutan, ternyata beneran ada nanas hutan yang pohonnya (pohon? apa tanaman ya) jauh banget gedenya dari nanas biasa. Aku aja ga percaya kalo itu pohon nanas kalo ga liat buahnya langsung.
Nah, diperjalanan ini juga aku baru tahu kalo rotan itu ada durinya.




Aku mau menikah!

Ok, kali ini kembali lagi tentang cinta, tentang hubungan, tentang nikah.
Duduk-duduk dengan teman-temanku sekedar becanda larinya ke nikah, masuk kosan temen kosan lagi curhat tentang keinginannya menikah, di kantor juga terdengar kata nikah, oh God, harus lari kebelahan dunia mana supaya tidak terdengar kata itu.

Wanita dengan usia segini rentan sekali nampaknya dengan urusan menikah. Untungnya udah ga ada lagi iklan alat kontrasepsi yang menyinggung "kapan nikah?", kalo masih aku pasti bakal bilang "itu iklan nanya ke gue?" -__-

Hahaha, siapa sih yang ga pengen nikah? Menggenapkan separuh agama boooo, ada yang bisa diberi perhatian tanpa malu-malu, ada teman berbagi, ada teman yang menguatkan, ada yang selalu akan menenangkan.
Kalo ditanya mau nikah, aku ya mau, tapi hidup ini terlalu singkat untuk memikirkan sesuatu yang belum terjadi. Selagi menunggu sang Mr. Right yang entah ada di sudut belahan mana aku ingin menghabiskan waktu menikmati hidup ini. Ya itu salah satu cara mengalihkan perhatian juga tentunya, siapa sih yang ga penasaran dengan Mr. Right nya di tengah milyaran lelaki yang ada di bumi ini, sambil aku meyakinkan diri kalo cinta akan menemukan jalannya sendiri. Ada banyak tempat yang belum aku kunjungi, ada banyak tempat tersembunyi yang begitu menenangkan, ada banyak tempat yang begitu melelahkan mencapainya tapi begitu puas menaklukkannya. Selagi sendiri, selagi bebas, mari menikmati hidup bersama teman-teman, mengunjungi tempat sebanyak-banyaknya sebelum Mr. Right itu keburu dateng, ada di depan mata dan aku sepenuhnya milik dia.

Minggu, 03 Maret 2013

Menikmati Kegalauan

Memilih sore ini dengan berjalan di sekitar kosan, aku bertemu seorang ibu berkisar 50an tahun. Dalam benakku, aku akan menua, seperti ibu itu.
Layaknya dulu dia muda seperti aku. Jatuh hati, galau tentang jodoh, menikah, memiliki anak, mengurus keluarga, memiliki cucu, lalu menjalani masa tuanya.
Semua akan terlalui dan akan jadi biasa-biasa saja, tidak akan ada yang istimewa kecuali kenangan yang layak untuk tidak dilupakan.
Sama seperti hal-hal yang telah kita alami, aku alami di waktu-waktu sebelumnya. Seperti bagaimana indahnya jatuh hati, berbunga-bunga masa-masa pendekatan, sampai tahu rasanya patah hati. Semua yang begitu indah atau begitu menyakitkan itu tidak akan menjadi spesial lagi setelah terlewati, setelah hati merasakan netral lagi, semua biasa saja!
Sama seperti ketika dulu begitu menggebu-gebu ketemu orang yang kita suka, tak berani menatap matanya,  atau  berusaha mengendalikan kecanggungan di depan si dia. Semua indah, tapi dulu, sekarang ketika semua sudah biasa saja apa iya masih ada rasa yang bergejolak di dalam dada itu? tidak tentu J.
Masa-masa ini, masa-masa galau tentang pasangan hidup. Wanita, hampir 24 tahun,single, apa sih yang dipikirkan tentang masa depan? Ya, salah satunya adalah teman hidup. Merasakan jatuh hati, memikirkan “who is Mr. Right?”, bertanya kapan hari indah itu datang, dan semua misteri tentang jodoh. Ah, semua itu menggalaukan, menyita waktu, menyita kesenangan, dan membuat hilang mood ketika seorang yang mungkin calon jodoh membuat bete.
Berapa banyak status galau nan romantis?, galau nan menyedihkan?,  puisi-puisi indah bertebaran tentang cinta atau patah hati. Semua adalah ekspresi perasaan tentang kegalauan pasangan hidup.
Tapi kapan lagi coba harus galau tentang pasangan hidup ini kalau bukan sekarang? Kita sampai di waktunya, maka nikmati saja. Ketika kita telah menua seperti ibu yang kutemui itu kita tidak akan bisa lagi menggalau seperti hari ini, jangankan galau, sempat memikirkan kegalaupun mungkin tidak.
Secangkir hot green tea latte dan biskuit di sore hari, kenapa tidak kita coba menikmatinya :’) 



Jumat, 01 Maret 2013

Pendidikan VS Jodoh

Percakapan antara teman dan aku tentang pendidikan dan jodoh. Hal ini terjadi ketika dia mengetahui niat aku untuk melanjutkan kuliah S2. Dia bilang "ntar suami kamu minder loh kalo kamu S2, berarti kamu harus cari suami yang jadi pengusaha, atau S2 juga, atau polisi, atau tentara, dokter, atau ,,,,, kalo ga nanti dapet sisa, mau?"
Hihihihi, ini menggelitik bagi aku, setelah pendidikan yang selalu dikaitkan dengan pekerjaan sekarang pendidikan juga dikaitkan dengan jodoh, atau mungkin memang paradigma ini sudah lama ada di masyarakat aku pun ga tau ya. Lucu sih, ketika tingkat pendidikan itu ternyata berpengaruh terhadap profesi calon suami. Lucunya lagi ketika lelaki yang berpendidikan tinggi malah dianggap gampang untuk mendapatkan pasangan, namun berkebalikan dengan wanita yang berpendidikan, cenderung ini tidak adil untuk mereka, wanita yang berpendidikan. Mungkin ini berkaitan dengan egonya lelaki yang tak mau "direndahkan" :D.

Lantas apa aku harus mengurungkan niat untuk melanjutkan S2 demi peluang mendapatkan jodoh lebih besar? Hahahaha, tentu tidak. Bagiku hanya lelaki picik yang nantinya tidak jadi menikahi wanita yang dia cintai hanya karena perbedaan tingkat pendidikan. Aku berasal dari keluarga sederhana yang tidak pernah membedakan orang dari tingkat kekayaan ato pendidikan. Bapakku hanya bilang "asal Islam bapak terima" sederhana sekali kan syarat orangtuaku.

Ada banyak pertimbangan bagiku untuk melanjut S2, tapi jelas bukan ingin pamer gelar apalagi cari kekayaan. Salah satunya, seperti kata aktris Dian Sastro Wardoyo "Entah berkarir atau menjadi ibu rumah tangga, seorang wanita wajib berpendidikan tinggi karena ia akan menjadi ibu. Ibu-ibu cerdas akan menghasilkan anak-anak cerdas". Dan tentunya anakku nanti harus lebih cerdas dari aku :)