Selalu ada pertanyaan dalam diri aku tentang satu sifat makhluk
bernama laki-laki. Terkadang aku selalu menyamaratakan lelaki atas sifat
dari beberapa orang yang pernah ku tahu atau dengar. Dan ya, aku tahu beberapa itu tidak layak untuk dijadikan pendugaan parameter untuk mengatakan bahwa semua lelaki memiliki sifat sama.
Tapi menggelitik bagi aku ketika seseorang berkata "kalo ga sama dia, nikahnya sama lw ya? :d".
Atau
yang dialami temanku yang bertemu orang di massa lalunya yang juga
sudah memiliki pasangan namun menyelipkan harapan untuk hidup bersama
dengan temanku.
Ini konyol, ketika ada seorang di sana yang mereka
akui sebagai pasangan tetapi mengharapkan wanita lain untuk
mendampinginya. Ada apa dengan kata setia? lalu untuk apa
menjalin hubungan dengan orang lain yang diakui sebagai pasangan di
hadapan semua orang tetapi tidak benar-benar cinta?.
Tidak semua begitu tapi, masih ada lelaki yang memilih diam atas rasa
yang berkecamuk. Mereka bukan tidak setia mereka terjebak atas rasa
yang telah ada. Kisah orang terdekatku, seseorang yang menjauh dari
temannya hanya karena tidak memiliki pilihan lain agar tak menyakiti
siapapun. Disatu sisi pertemanan yang dekat itu menimbulkan kenyamanan,
di sisi lain seorang wanita baik hati telah mendampinginya. Dan, tidak
ada yang salah atas rasa yang ada, dia memilih untuk setia.
Hmmmm.... aku memahami satu hal, mungkin dibalik wanita yang diakui
sebagai pasangan bagi lelaki, akan ada satu wanita lain sebagai
"cadangan".
Buat si para "cadangan" harus pandai-pandai nih menjaga rasa agar tak salah langkah.
Dan buat para wanita yang telah dipilih, jangan takut "mungkin memang bukan yang terbaik, bukan yang terhebat, tapi kamu yang paling tepat" karena mereka telah memilihmu!
huwow banget posting ini yung...heuheu
BalasHapusHehehe, berusaha untuk memposting apa yg di otak Rul, mumpung ga terhalang internet :D
Hapus