Selasa, 11 Desember 2012

Penyakit Hati

Kalau baca tulisan temen di socmed apapun tentang kebaikannya,
misalnya:
"terimakasih ya Alloh telah membangunkanku di sepertiga akhir malam"
"Alhamdulillah sudah baca Al Quran pagi ini setelah dhuha, semoga rejeki jadi berlimpah"
"Baca Al Kahfi pagi ini kayaknya oke nih"
"Buka puasa pake apa ya ntar sore"

rasanya itu pengen bilang "apa-apaan sih lw, pengen dibilang alim sama orang"
apalagi kalo yang posting itu yang baru banget belajar ngerjain kebaikan2 itu, makin sewooooot. Masih mending postingnya buat ngingetin bukan cuma pamer.

Itu tandanya kita punya penyakit hati: berprasangka buruk dengan orang lain, merasa lebih baik dari orang lain, merasa lebih tinggi agamanya dari orang lain, maka segeralah beristighfar, Astaghfirullohaladzim.
Demi Alloh aku pun kadang begitu, dan aku lebih memilih sign out daripada penyakit hati ini kian memuncak.

Memang seharusnya ambil sisi positifnya, kalo seseorang posting tentang kejelekannya kita bilang "kok malah bangga sih" , lantas kenapa ada yang posting kebaikan kita malah sewot bilang dia pamer kebaikan yang dia lakuin.

Terlepas dari dia mau pamer kebaikan atau tidak itu sama sekali bukan urusan kita, sama sekali bukan. Itu urusan dia sama Alloh tentang sholat dhuha nya, tentang sholat tahajudnya, tentang baca Al Qurannya.

Aku pun kadang takut melakukan kebaikan gara-gara takut dibilang pamer atau pencitraan. Pernah, dulu waktu aku sedang pergi bersama teman-temanku, selepas sholat aku biasa membaca Al Quran, tapi hari itu aku sedikit ragu karena takut dibilang pencitraan. Tapi aku berpikir lagi, niatku bukan ingin terlihat baik, aku cuma melakukan apa yang biasa aku lakukan dan peduli apa tentang mereka, ini urusanku sama Tuhanku.

Nah, jadi, coba berpikir positif saja, kalaupun tidak bisa, tinggalkan dulu socmed itu. Jangan sampai orang lain berbuat kebaikan kita malah mendapat dosa karena prasangka buruk kita.
Buat pelajaran juga bagi kita, kalau merasa sholat dhuha, sholat tahajud, baca Al Quran, dan puasa sunnah, atau kebaikan-kebaikan lainnya bukan sesuatu yang perlu dipamerkan ato diposting maka kita ga perlu ngepost kayak gitu juga ya.


2 komentar: