Jumat, 22 Mei 2015

Tolong,,, jangan biarkan kami dilarang naik gunung (lagi)!





Mendaki gunung itu salah satu hobi ekstrim, apalagi untuk kami yang terlahir sebagai perempuan.
Ga gampang loh merayu mama untuk ngijinin anak ceweknya buat naik gunung, beragam pikiran muncul dari seorang mama yang ga tau alam gunung itu kayak apa, terutama pikiran negatif.

Di satu kesempatan mudik, ketika guling-guling di kamar Mama aku bercerita tentang perjalanan ke Merbabu.
Aku: Ma, waktu naik gunung ado kawan adek tibo-tibo kedinginan …

Mama: Sudahlah naik gunung terus. Potong Mama

Aku: Haaa, Mama… seru tau naik gunung.

Mama: Masih banyak tempat lain untuk jalan-jalan

Aku: Mama sih dak tau rasonyo naik gunung

Di kesempatan lain, aku pun memancing cerita lagi.

 ...
Aku: Kan aku baru naik gunung kemaren, Ma

Mama: naik gunung lagi?

Aku: Hehehe, mumpung tiketnyo murah

Mama: Kagek kalo longsor cakmano?

Aku: Idaklah, naik gunung itu sudah ado jalannyo tinggal diikuti bae.

Mamaku tidak melarang aku naik gunung, walau sejujurnya begitu berat melepas anaknya ke alam.

Jadi tolong, jangan tambah memberatkan mama kami untuk mengijinkan kami mendaki dengan berita-berita kecelakaan di gunung, jangan tambah lagi jumlah kecelakaan akibat melanggar larangan yang sudah dibuat.

Kami masih ingin menjumpai edelweiss si langka itu setelah berpeluh-peluh, masih ingin menikmati jingga yang terasa sangat dekat, masih ingin duduk santai nunggu mie mateng ketika di puncak.
Mendakilah dengan damai!

Kamis, 19 Maret 2015

Mendaki dengan rok

Selamat bertualang buat kamu yang selalu memakai rok dan juga selalu rindu dengan udara gunung.

Mt. Merbabu - Jawa Tengah

Mt. Gede - Jawa Barat


Mt. Merbabu - Jawa Tengah


Kawah Ratu - Bogor

Gunung Kapur - Bogor

Mt. Welirang - Jawa Timur