Kamis, ini waktunya aku kuliah mata kuliah abu-abu tapi wajib diikuti milik tetangga fakultas, Hama dan Penyakit dalam Teknologi Pascapanen.
Setelah menunggu sekitar 30 menit kita baru bisa masuk ruangan karena ruangannya masih dipake oleh mahasiswa lain. Aku duduk di sebelah Wendi, sibuk dengan tugas yang belom aku kerjakan, tetiba Wendi bilang "liat itu, Yung. Aku pikir dia tadi mau mungut apa gitu, ga taunya dia cacat".
Kamu tahu? Nyeees rasanya, dia yang dengan kondisi tidak normal, kakinya tidak tumbuh sempurna sehingga dia berjalan seperti merangkak dengan tangan, masih semangat kuliah. Aku yang normal, bolos-bolosan, tugas terbengkalai, belajar cuma kalo di kelas atau ga waktu ada PR. Aku tanpa beban fisik, dilahirkan normal, yang terkadang ga pedean, yang terkadang ga bersyukur dengan kondisi yang ada, yang terkadang mengeluh kalo capek, ah dia!!!
Dia harus berjuang melawan diri sendiri, melawan pandangan orang tentang cacatnya, melawan susahnya mobilitas, membuang pikiran kalo dia berbeda. Dan di sini, dia adalah mahasiswa, berapa kali berarti dia telah sukses melawan "perbedaan" yang ada untuk sampai di jenjang ini.
Maka semoga kita yang normal bisa mengambil pelajaran, yang "males-malesan" lulus melawan malesnya diri sendiri jadi semangat buat buru-buru dapet gelar, yang males-malesan kuliah (kayak aku) jadi lebih menghargai waktu.
Hidup ini memang udah begini, tapi perjalanannya kita yang tentukan kebahagiannya.
Dan buat mas yang aku temuin tadi, semoga lancar pendidikannya untuk dapat gelar di IPB ini. Aaamiiin
Tidak ada komentar:
Posting Komentar