Senin, 15 April 2013

Dan kita akan lihat bagaimana cinta ini bermuara

04 April 2013, Kamis pagi aku keluar seperti biasa untuk berangkat kerja. Ibu warung sebelah kos yang telah kukenal memanggil
"Yung, lagi buru-buru ya?"
"Iya, bu" jawabku
"Ntar sore waktu balik mampir ya ke ibu bentar"
"Iya, bu"
Sebenarnya aku ingin berhenti dan bertanya ada apa, tapi aku takut ditinggal temanku yang sudah berjalan di depanku, jadi kutahan rasa penasaran ini sampai sore.
 Dan ternyata, selama jam kerja aku kepikiran terus, ada apa ya...

Sore setelah pulang kerja, aku langsung ke kosan untuk mandi dan keluar pergi melanjutkan perjalanan ke Jogja. Aku sempatkan mampir ke ibu warung di sebelah kos.
Dan jengjengjeng, ternyata ....
Si ibu mau jodohin aku dengan keluarganya.
Dengan agak ga enak si ibu bertanya "Ayung udah ada calon belom?, ibu mau ngenalin Ayung dengan keluarga ibu.... bla bla bla"
"Kalo calon sih saya belom ada bu, tapi maaf kalo untuk nikah secepatnya saya belom bisa, takutnya kalo nunggu saya terlalu lama bu, saya juga masih punya kakak yang belom nikah dan mau lanjut S2 juga"

Singkat cerita aku pamit karena memang lagi buru-buru, dari sini aku sadar satu hal, ternyata aku belom siap. Semua alasan yang kulontarkan ke si Ibu juga hanya alasan yang kubuat, mungkin alasan yang benar tapi ga sepenuhnya benar. Awalnya kalo ditanya siap nikah, aku selalu jawab siap tapi waktu disodorin calon ternyata aku melempem.  Padahal, baru kmaren mendengar cerita seorang teman yang menikah dengan orang yang baru dikenal melalui pamannya dan aku menanggapinya "Huaaaaa, gampang ya jodohnya, enak banget"
Eng-ing-eng, dan nyatanya ketika aku dihadapkan pada hal yang hampir sama, aku ga siap.

Aku ternyata masih dalam konsep siap menikah dengan orang yang kukenal. Yaaa, lelaki sempurna dalam kacamataku: Sholeh lagi berkenan di hati. Ntahlah, padahal aku tahu betul bahwa jodoh itu rahasia Alloh. Dari kejadian ini aku takut, aku pernah mendengar "Ada dua alasan kenapa orang tak kunjung menikah: karena jodohnya memang belom datang atau memang kita sendiri yang menghambat sendiri jodohnya datang", aku takut kalo aku menolak ini aku menghambat jodohku, tapi juga ga siap mendapatkan jodoh dengan cara begini.
Menyerahkan diri sepenuhnya sampai akhir hayat,  mengabdikan untuk seseorang dengan setulusnya, ahhh rasanya memang berat, ga bisa main-main, harus benar-benar yakin, dan aku akui menikah itu memang berat.
Dan kita akan lihat bagaimana cinta ini bermuara ...



Tidak ada komentar:

Posting Komentar