@TipeDarah: Dalam perspektif A yang konsisten, mereka
menjadikan janji sebagai sesuatu yang sangat harus ditepati. Tentang harga diri
Saya sangat suka dengan tweet di atas, dan jika tweet ini benar,
saya berharap semua manusia bergolongan darah A saja dengan mengabaikan bahwa
perbedaan itu indah.
Ada semacam rasa kecewa atau mungkin marah ketika janji yang
kita buat dengan orang lain tiba-tiba tidak ditepati, padahal kita sudah begitu
bahagia atau mungkin meluangkan waktu di tengah-tengah kesibukan, mungkin juga
butuh perjuangan untuk hal itu tapi kenyataannya tiba-tiba janji dibatalkan
dengan sepihak, sedihnya lagi yang mengingkari janji tidak merasa bersalah.
Padahal semua orang tidak suka merasakan diingkari janji
oleh orang lain, lantas kenapa suka sekali membuat orang lain kecewa dengan
mengingkari janji yang telah anda buat?.
Untuk alasan yang bisa diterima mungkin tidak menimbulkan kekecewaan berarti,
contohnya: kejebak macet atau ada yang sakit. Kalau alasannya lupa, malas, atau
alasan apapun yang dibuat-buat itu hanya menyakiti orang lain atas tidak adanya
penghargaan terhadap orang lain.
Orang-orang yang suka mengingkari janji ini biasanya memang
penghargaannya terhadap orang lain kurang, dia hanya akan menepati janji jika
dia berjanji dengan orang-orang yang dianggap penting atau berpengaruh terhadap
hidupnya, contoh kalau berjanji dengan bos, boro-boro lupa, hujan badai pun
diterjang.
Nah kalau berjanji dengan teman biasa, dia hanya menganggap
janji ya sekedar diucapkan, kalau “sempat” ditepati kalau ga ya sellow lah, just
say “ga jadi” di detik-detik terakhir, ini karena dia tidak menghargai orang lain.
Padahal sebenarnya dia tidak berjanji apapun juga tidak masalah.
Coba ya diposisikan kalau tiba-tiba lagi hujan badai dan bos
kita mendadak membatalkan, marah ga tuh? kecewa ga tuh? Sama, orang lain juga
gitu ketika kamu membatalkan janji dengan sekenanya, kayak lirik lagu “kau yang berjanji kau yang
mengingkari”. Jangan mengharap dihargai orang lain kalau tidak bisa menghargai
orang lain.
Saya pribadi sebagai manusia bertipe darah A memang berusaha
untuk menepati janji, ada rasa bersalah yang luar biasa ketika saya tidak
menepati janji, terlebih lagi ketika alasannya hanya sepele. Dan saya benar-benar
menghargai orang yang menepati janji, mereka yang menepati janji ini biasanya
juga orang yang on time, bisa
diandalkan, dan terkadang tipe orang yang dewasa, cocok dijadikan calon
pendamping hidup #plaaaak, kembali ke topik.
Dan saya juga yakin, tipe darah selain A juga banyak yang
mampu menepati janji, tipe darah hanya salah satu faktor, banyak faktor lain
yang mempengaruhi baik dari pribadi masing-masing maupun faktor lingkungan.
Mulai sekarang ayo kita belajar untuk menepati janji, bukan
dengan siapa kita berjanji tapi janji apa yang sudah kita buat, sekecil apapun
itu!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar