Sabtu, 05 Januari 2013

Menepati Janji


@TipeDarah: Dalam perspektif A yang konsisten, mereka menjadikan janji sebagai sesuatu yang sangat harus ditepati. Tentang harga diri

Saya sangat suka dengan tweet di atas, dan jika tweet ini benar, saya berharap semua manusia bergolongan darah A saja dengan mengabaikan bahwa perbedaan itu indah.
Ada semacam rasa kecewa atau mungkin marah ketika janji yang kita buat dengan orang lain tiba-tiba tidak ditepati, padahal kita sudah begitu bahagia atau mungkin meluangkan waktu di tengah-tengah kesibukan, mungkin juga butuh perjuangan untuk hal itu tapi kenyataannya tiba-tiba janji dibatalkan dengan sepihak, sedihnya lagi yang mengingkari janji tidak merasa bersalah.

Padahal semua orang tidak suka merasakan diingkari janji oleh orang lain, lantas kenapa suka sekali membuat orang lain kecewa dengan mengingkari janji yang telah anda buat?.  Untuk alasan yang bisa diterima mungkin tidak menimbulkan kekecewaan berarti, contohnya: kejebak macet atau ada yang sakit. Kalau alasannya lupa, malas, atau alasan apapun yang dibuat-buat itu hanya menyakiti orang lain atas tidak adanya penghargaan terhadap orang lain.

Orang-orang yang suka mengingkari janji ini biasanya memang penghargaannya terhadap orang lain kurang, dia hanya akan menepati janji jika dia berjanji dengan orang-orang yang dianggap penting atau berpengaruh terhadap hidupnya, contoh kalau berjanji dengan bos, boro-boro lupa, hujan badai pun diterjang.
Nah kalau berjanji dengan teman biasa, dia hanya menganggap janji ya sekedar diucapkan, kalau “sempat” ditepati kalau ga ya sellow lah, just say “ga jadi” di detik-detik terakhir, ini karena dia tidak menghargai orang lain. Padahal sebenarnya dia tidak berjanji apapun juga tidak masalah.

Coba ya diposisikan kalau tiba-tiba lagi hujan badai dan bos kita mendadak membatalkan, marah ga tuh? kecewa ga tuh? Sama, orang lain juga gitu ketika kamu membatalkan janji dengan sekenanya,  kayak lirik lagu “kau yang berjanji kau yang mengingkari”. Jangan mengharap dihargai orang lain kalau tidak bisa menghargai orang lain.

Saya pribadi sebagai manusia bertipe darah A memang berusaha untuk menepati janji, ada rasa bersalah yang luar biasa ketika saya tidak menepati janji, terlebih lagi ketika alasannya hanya sepele. Dan saya benar-benar menghargai orang yang menepati janji, mereka yang menepati janji ini biasanya juga orang yang on time, bisa diandalkan, dan terkadang tipe orang yang dewasa, cocok dijadikan calon pendamping hidup #plaaaak, kembali ke topik.
Dan saya juga yakin, tipe darah selain A juga banyak yang mampu menepati janji, tipe darah hanya salah satu faktor, banyak faktor lain yang mempengaruhi baik dari pribadi masing-masing maupun faktor lingkungan.

Mulai sekarang ayo kita belajar untuk menepati janji, bukan dengan siapa kita berjanji tapi janji apa yang sudah kita buat, sekecil apapun itu!


Tidak ada komentar:

Posting Komentar