31 Desember 2013
Tanggal ini ga akan pernah jadi berkesan kalo besok bukan 1 Januari.
Yang aku ingat dari tanggal ini setiap tahunnya adalah penjual terompet dimana-mana, para petani jagung memanen jagungnya, harga sembako naik, dan mereka yang selalu mengomentari tentang perayaan tahun baru ini.
Satu lagi sih yang selalu iya, Mama telepon, dan isinya akan selalu sama: lagi dimana, Dek? Jangan keluar ya.
Hahaha, that's my mama :D
Tidak, aku tidak berniat merayakan tahun baru, tapi keseharianku ga terlepas dari tahun yang baru bulan yang baru dan tanggal yang baru. 2014 pasti sesuatu yang baru, dan 2013 akan tertinggal di belakang.
Harapan baru muncul, kenangan 2013 pun menari-nari dipikiran. Tahun ini cukup berkesan, mungkin boleh aku bilang tahun pendakian, karena ditahun ini aku mulai suka jalan-jalan, jalan-jalan pakai kaki, dari mulai Januari backpackeran Bogor - Malang - Bali -Yogya - Bogor, April kembali lagi ke Yogya menjelajahi pantai di daerah Gunung Kidul, Mei melangkah keKampung Baduy - Banten, dan Oktober menyentuh Garut lewat Gunung Cikuray. Hobiku sekarang, menghabiskan malam menunggu sunrise di Gunung Kapur dekat kampus kalau mulai penat, galau. Di Tahun ini juga aku memantapkan memilih melanjutkan kuliah.
Besok, semoga janji kehidupan yang lebih baik datang, semoga doa baik mulai terkabul, kuliah lancar, jalan-jalan makin sering, rejeki mudah, dan jodoh mengetuk pintu rumah :).
Dan doa ku yang paling aku harap terkabul pertama kali: semoga besok punya kalender 2014 :D
Selasa, 31 Desember 2013
Minggu, 29 Desember 2013
Tersenyumlah, maka aku akan jatuh cinta padamu
29 Desember 2013
Seperti biasa, Desember akan selalu sama, Dingin!
December rain, bahagia sekali kalo matahari muncul di bulan ini.
Tubuh jadi hangat, pakaian bisa kering, dan aku bisa duduk manis menikmati jingga sang senja.
Dan hari ini luar biasa
Senyum manis di penghujung Desember yang dingin.
Tadi malem sekitar jam 8an iseng ngajakin Eno jalan-jalan
Aku: Noooo, jalan jalan yook. Kemana gitu. Kawah Ratu kek. Ajakin Eni juga
Eno: Ayok naek Kapur sekarang. Gimana?
Aku: Kok edan ya tetiba gini. Hahaha (langsung lari ke atas kosan, liat langit)
Dan oke, kita berangkat jam 11 (janjiannya sih jam 10 -_-)
Cuma berempat: Aku, Eni, Eno, dan Waqif.
Nyampe atas Kapur, wew.. penuh banget pake acara ndiriin tenda pula, ada tiga tenda yg udah berdiri.
Kita nyempil, bikin minuman maen poker, terus guling guling nunggu fajar berharap ga mendung.
Dan liat, semburat kemerahan mulai menampakan diri.
Jam 5 teng aku udah ambil posisi, nungguin yang ditunggu-tunggu, diam di satu titik menjauh dari keramaian, moment bagus jangan sampe keganggu.
Dan ini senyum terindah dibulan yang dingin ini:
Jarang sekali melihat sang fajar menyingsing, lebih sering melihat sang senja pergi.
Ini Desember, sesuatu yang dingin melekat di bulan ini.
Tapi hari ini senyum salam kedatanganmu membuatku kembali jatuh cinta, lagi
dan cara terbaikku mencintaimu, berdiri diam di sini menikmati kehadiranmu sebelum membiarkanmu pergi.
Dan tersenyumlah, maka aku akan jatuh cinta padamu ...
Seperti biasa, Desember akan selalu sama, Dingin!
December rain, bahagia sekali kalo matahari muncul di bulan ini.
Tubuh jadi hangat, pakaian bisa kering, dan aku bisa duduk manis menikmati jingga sang senja.
Dan hari ini luar biasa
Senyum manis di penghujung Desember yang dingin.
Tadi malem sekitar jam 8an iseng ngajakin Eno jalan-jalan
Aku: Noooo, jalan jalan yook. Kemana gitu. Kawah Ratu kek. Ajakin Eni juga
Eno: Ayok naek Kapur sekarang. Gimana?
Aku: Kok edan ya tetiba gini. Hahaha (langsung lari ke atas kosan, liat langit)
Dan oke, kita berangkat jam 11 (janjiannya sih jam 10 -_-)
Cuma berempat: Aku, Eni, Eno, dan Waqif.
Nyampe atas Kapur, wew.. penuh banget pake acara ndiriin tenda pula, ada tiga tenda yg udah berdiri.
Kita nyempil, bikin minuman maen poker, terus guling guling nunggu fajar berharap ga mendung.
Dan liat, semburat kemerahan mulai menampakan diri.
Jam 5 teng aku udah ambil posisi, nungguin yang ditunggu-tunggu, diam di satu titik menjauh dari keramaian, moment bagus jangan sampe keganggu.
Dan ini senyum terindah dibulan yang dingin ini:
| Bogor malam hari, dilihat dari atas Gunung Kapur, Ciampea |
![]() | |||
| Semburat fajar mulai muncul |
| Salam perpisahan bulan dengan sang malam |
| Wajah sang Fajar |
![]() |
Jarang sekali melihat sang fajar menyingsing, lebih sering melihat sang senja pergi.
Ini Desember, sesuatu yang dingin melekat di bulan ini.
Tapi hari ini senyum salam kedatanganmu membuatku kembali jatuh cinta, lagi
dan cara terbaikku mencintaimu, berdiri diam di sini menikmati kehadiranmu sebelum membiarkanmu pergi.
Dan tersenyumlah, maka aku akan jatuh cinta padamu ...
Sabtu, 21 Desember 2013
Andai social media ada aturannya -_-
Ini penghujung 2013, begitu banyak social media bertebaran. Facebook, Twitter, Path, ditambah lagi aplikasi pesan yang menggantikan SMS, sebut saja Whatsapp, Line, BBM, Kakao talk.
Kehadirannya memudahkan kita dalam berinteraksi, ya memudahkan bahkan menjadi sangat mudah.
Ga perlu lagi berkirim surat, berkirim kabar, ato bahkan curhat, semua sudah tersirat bahkan tersurat dari postingan di social media.
Secara pribadi, aku diuntungkan dengan berbagai aplikasi yang ada, tapi juga ini bikin "marmos" (kata seorang teman untuk mengungkapkan kekesalan).
Kalo ada yang posting sehari lebih dari minum obat anjuran dari dokter aku masih bisa biasa aja, tapi kalo social media buat pamer ke"care"an dengan pacar, oh No!!! Sorry friend, I stop to sharing with you! Saran nih ya, kenapa ga beli hape satu lagi, bikin akun yang temennya cuma pacar kamu aja, lebih privasi!
Ato memang lebih baik kali ya dunia tahu bahwa kalian pasangan yang saling "care", saling?
Biasanya kalo social media menyediakan fitur hide, unfollow tapi tetep temenan, itu langkah yang aku ambil untuk menjaga hubungan baik dengan teman, tapi kalo ga ada ya sud. Hak kalian untuk memposting apapun dan hak aku untuk unfollow.
Seandainya social media itu ada rule tentang aturan posting enak kali ya (ini paling banter ga boleh SARA), kalo kita ga cocok dengan rulenya ya ga usah bikin akun.
Ahhh.., saya merindukan ketika kecil ... tanpa social media dan saya tetap bahagia :(
Kehadirannya memudahkan kita dalam berinteraksi, ya memudahkan bahkan menjadi sangat mudah.
Ga perlu lagi berkirim surat, berkirim kabar, ato bahkan curhat, semua sudah tersirat bahkan tersurat dari postingan di social media.
Secara pribadi, aku diuntungkan dengan berbagai aplikasi yang ada, tapi juga ini bikin "marmos" (kata seorang teman untuk mengungkapkan kekesalan).
Kalo ada yang posting sehari lebih dari minum obat anjuran dari dokter aku masih bisa biasa aja, tapi kalo social media buat pamer ke"care"an dengan pacar, oh No!!! Sorry friend, I stop to sharing with you! Saran nih ya, kenapa ga beli hape satu lagi, bikin akun yang temennya cuma pacar kamu aja, lebih privasi!
Ato memang lebih baik kali ya dunia tahu bahwa kalian pasangan yang saling "care", saling?
Biasanya kalo social media menyediakan fitur hide, unfollow tapi tetep temenan, itu langkah yang aku ambil untuk menjaga hubungan baik dengan teman, tapi kalo ga ada ya sud. Hak kalian untuk memposting apapun dan hak aku untuk unfollow.
Seandainya social media itu ada rule tentang aturan posting enak kali ya (ini paling banter ga boleh SARA), kalo kita ga cocok dengan rulenya ya ga usah bikin akun.
Ahhh.., saya merindukan ketika kecil ... tanpa social media dan saya tetap bahagia :(
Senin, 02 Desember 2013
Si ganteng O'Connor
Paul Walker.
Kalo ada yang membicarakan nama itu aku pasti ga akan tahu siapa dia, tapi hari ini semua media membicarakannya. Dan tercengang ketika melihat fotonya.
Yaaaaa, "hah, cowo ini kn yang maen fast n furious"
Sosok ini, yang aku ingat karakter O'Connor dalam film Fast n furious: "Laki banget, cintanya ke Mia huwaw, dan paling inget kalo Bapak-bapak satu ini ganteng"
Hahaha, ya dia mewakili karakter lelaki oke dari segi fisik (y).
Tapi hari ini, aku terdiam, layaknya kebanyakan orang terbesit pikiran "wah, kok cepet banget ya" atau "kok dia sih" atau "apa jadinya fast n furious tanpa dia" atau "wah ga seru lagi nih fast n furious" dan masih banyak lagi statement tentang kepergian Paul Walker.
Dan semoga kita masih akan tetap ingat bahwa mungkin besok kita yang akan pergi ...
Kalo ada yang membicarakan nama itu aku pasti ga akan tahu siapa dia, tapi hari ini semua media membicarakannya. Dan tercengang ketika melihat fotonya.
Yaaaaa, "hah, cowo ini kn yang maen fast n furious"
Sosok ini, yang aku ingat karakter O'Connor dalam film Fast n furious: "Laki banget, cintanya ke Mia huwaw, dan paling inget kalo Bapak-bapak satu ini ganteng"
Hahaha, ya dia mewakili karakter lelaki oke dari segi fisik (y).
Tapi hari ini, aku terdiam, layaknya kebanyakan orang terbesit pikiran "wah, kok cepet banget ya" atau "kok dia sih" atau "apa jadinya fast n furious tanpa dia" atau "wah ga seru lagi nih fast n furious" dan masih banyak lagi statement tentang kepergian Paul Walker.
Dan semoga kita masih akan tetap ingat bahwa mungkin besok kita yang akan pergi ...
Jumat, 29 November 2013
Tipe kamu?
"Gw tipe lw ga?" Pernah ditanya seperti itu?
Mau jawab apa?
Aku pernah ditanya gitu, dan kalo yang nanya kepo terus lagi baca ini Ga usah ketawa2 deh!
Hahaha, terkadang aku juga bingung, apa yang dimaksud dengan tipe?
Mungkin lebih mengarah ekspektasi ya...
Ganteng/ cantik
Kaya
Pintar
Berpendidikan
Berwibawa
Baik
Dewasa
Tinggi
Keturunan ningrat
Rajin
Soleh/ solehah
dan entah apa lagi yang menjadi syarat untuk menjadi pasangan, selanjutnya disebut dengan tipe pasangan. Kalo memenuhi tipe baru deh maju memberi sinyal.
Semua orang punya tipe pasti ya, semua orang tentunya ingin pasangan yang memiliki sifat terbaik.
Tapi setiap orang punya prioritas tipe yang diinginkan ada dipasangannya.
Ada yang lebih mengarah ke hedonisme ada juga yang kearah kenyaman batin.
Hak kalian masing-masing, tapi pastikan juga kalian pantas dipilih oleh orang yang tipe nya kalian inginkan.
Aku sih ga punya kriteria banyak tentang pasangan, karena sadar belum bisa menjadi wanita dengan tipe kompleks (punya banyak sifat baik), dan selama perjalanan ini sesungguhnya bukan masalah tipe tapi berkenan tidaknya dia di hati.
Kalau sudah masalah hati, tempe pun rasa ayam X_x
Mau jawab apa?
Aku pernah ditanya gitu, dan kalo yang nanya kepo terus lagi baca ini Ga usah ketawa2 deh!
Hahaha, terkadang aku juga bingung, apa yang dimaksud dengan tipe?
Mungkin lebih mengarah ekspektasi ya...
Ganteng/ cantik
Kaya
Pintar
Berpendidikan
Berwibawa
Baik
Dewasa
Tinggi
Keturunan ningrat
Rajin
Soleh/ solehah
dan entah apa lagi yang menjadi syarat untuk menjadi pasangan, selanjutnya disebut dengan tipe pasangan. Kalo memenuhi tipe baru deh maju memberi sinyal.
Semua orang punya tipe pasti ya, semua orang tentunya ingin pasangan yang memiliki sifat terbaik.
Tapi setiap orang punya prioritas tipe yang diinginkan ada dipasangannya.
Ada yang lebih mengarah ke hedonisme ada juga yang kearah kenyaman batin.
Hak kalian masing-masing, tapi pastikan juga kalian pantas dipilih oleh orang yang tipe nya kalian inginkan.
Aku sih ga punya kriteria banyak tentang pasangan, karena sadar belum bisa menjadi wanita dengan tipe kompleks (punya banyak sifat baik), dan selama perjalanan ini sesungguhnya bukan masalah tipe tapi berkenan tidaknya dia di hati.
Kalau sudah masalah hati, tempe pun rasa ayam X_x
Senin, 25 November 2013
Kami tetap tertawa tanpa harus ada yang berubah
"Untukmu yang tidak pernah tahu,
Esok lusa, aku hanya ingin membuktikan
keheranan ini akan menjadi nyata atau tergilas oleh waktu
Esok lusa, ketika misteri hidup kita terjawab
Kita akan tetap seperti ini
Tetap tertawa tanpa harus ada yang berubah"
Kalimat di atas adalah penggalan postinganku di November satu tahun lalu.
Benarlah sudah,
kami tetap tertawa tanpa harus ada yang berubah
Rasa ini mungkin yang tak sama
Maka biarlah, waktu memberi jarak untuk membuktikan perasaan yang seharusnya ditempatkan ke bagian yang tepat.
Dan dia yang tidak pernah tahu, tetap berkelana mencari jati dirinya
Tetap hadir untuk berbagi tawa denganku
Esok lusa, aku hanya ingin membuktikan
keheranan ini akan menjadi nyata atau tergilas oleh waktu
Esok lusa, ketika misteri hidup kita terjawab
Kita akan tetap seperti ini
Tetap tertawa tanpa harus ada yang berubah"
Kalimat di atas adalah penggalan postinganku di November satu tahun lalu.
Benarlah sudah,
kami tetap tertawa tanpa harus ada yang berubah
Rasa ini mungkin yang tak sama
Maka biarlah, waktu memberi jarak untuk membuktikan perasaan yang seharusnya ditempatkan ke bagian yang tepat.
Dan dia yang tidak pernah tahu, tetap berkelana mencari jati dirinya
Tetap hadir untuk berbagi tawa denganku
Menikah, milik wanita Hebat
Ehem, akhir-akhir ini banyak sekali dapat undangan
pernikahan.
Umur yang sudah beranjak ke 25 ini memang lazimnya sudah berumah
tangga.
Tidak, saya tidak akan bahas tentang rasa takut karena belum menikah
atau rasa ingin cepat-cepat menikah, ya karena memang menikah bukanlah perlombaan
untuk cepat-cepatan.
Tapi meski bukan perlombaan saya juga ingin menikah.
Entah
kapan dan dengan siapa semoga saya tetap sabar menunggu jawaban sampai tiba waktu yang sempurna dari Alloh.
Satu per satu mulai membangun rumah tangga, bulan depan saja
sudah ada tiga undangan datang.
Saya tidak mempertanyakan kenapa mereka
cepat bertemu jodohnya.
Ada sesuatu yang membuat saya terkesima dengan yang
namanya pernikahan.
Bagi saya wanita yang memutuskan menikah itu, HEBAT!.
Di
ujung bulan lalu ketika menghadiri akad nikah teman kuliah, saya terdiam,
terharu, dan takut untuk menikah.
Hahaha, iya. Beberapa teman berpikir saya
sudah siap menikah, dan lihat saya sendiri tidak pernah yakin akan hal itu.
Butuh
keberanian dan terutama keikhlasan menyerahkan hidup untuk satu orang
selamanya.
Kalian, para wanita yang telah memiliki keberanian dan keikhlasan
itu membuat saya terkagum, lelaki yang kalian pilih tentu hebat karena mampu
meyakinkan kalian, tapi kalian lebih hebat karena memiliki rasa berani
dan ikhlas itu.
Saya ingin menikah dan
rahasia Alloh yang saya nantikan adalah siapa dia yang dengannya saya bisa
menjadi HEBAT.
Selamat menempuh hidup baru wahai wanita-wanita hebat, dan
semoga berkah ditiap perjalanannya :)
Kamis, 24 Oktober 2013
Normal, kadang bikin kita ga bersyukur
Kamis, ini waktunya aku kuliah mata kuliah abu-abu tapi wajib diikuti milik tetangga fakultas, Hama dan Penyakit dalam Teknologi Pascapanen.
Setelah menunggu sekitar 30 menit kita baru bisa masuk ruangan karena ruangannya masih dipake oleh mahasiswa lain. Aku duduk di sebelah Wendi, sibuk dengan tugas yang belom aku kerjakan, tetiba Wendi bilang "liat itu, Yung. Aku pikir dia tadi mau mungut apa gitu, ga taunya dia cacat".
Kamu tahu? Nyeees rasanya, dia yang dengan kondisi tidak normal, kakinya tidak tumbuh sempurna sehingga dia berjalan seperti merangkak dengan tangan, masih semangat kuliah. Aku yang normal, bolos-bolosan, tugas terbengkalai, belajar cuma kalo di kelas atau ga waktu ada PR. Aku tanpa beban fisik, dilahirkan normal, yang terkadang ga pedean, yang terkadang ga bersyukur dengan kondisi yang ada, yang terkadang mengeluh kalo capek, ah dia!!!
Dia harus berjuang melawan diri sendiri, melawan pandangan orang tentang cacatnya, melawan susahnya mobilitas, membuang pikiran kalo dia berbeda. Dan di sini, dia adalah mahasiswa, berapa kali berarti dia telah sukses melawan "perbedaan" yang ada untuk sampai di jenjang ini.
Maka semoga kita yang normal bisa mengambil pelajaran, yang "males-malesan" lulus melawan malesnya diri sendiri jadi semangat buat buru-buru dapet gelar, yang males-malesan kuliah (kayak aku) jadi lebih menghargai waktu.
Hidup ini memang udah begini, tapi perjalanannya kita yang tentukan kebahagiannya.
Dan buat mas yang aku temuin tadi, semoga lancar pendidikannya untuk dapat gelar di IPB ini. Aaamiiin
Setelah menunggu sekitar 30 menit kita baru bisa masuk ruangan karena ruangannya masih dipake oleh mahasiswa lain. Aku duduk di sebelah Wendi, sibuk dengan tugas yang belom aku kerjakan, tetiba Wendi bilang "liat itu, Yung. Aku pikir dia tadi mau mungut apa gitu, ga taunya dia cacat".
Kamu tahu? Nyeees rasanya, dia yang dengan kondisi tidak normal, kakinya tidak tumbuh sempurna sehingga dia berjalan seperti merangkak dengan tangan, masih semangat kuliah. Aku yang normal, bolos-bolosan, tugas terbengkalai, belajar cuma kalo di kelas atau ga waktu ada PR. Aku tanpa beban fisik, dilahirkan normal, yang terkadang ga pedean, yang terkadang ga bersyukur dengan kondisi yang ada, yang terkadang mengeluh kalo capek, ah dia!!!
Dia harus berjuang melawan diri sendiri, melawan pandangan orang tentang cacatnya, melawan susahnya mobilitas, membuang pikiran kalo dia berbeda. Dan di sini, dia adalah mahasiswa, berapa kali berarti dia telah sukses melawan "perbedaan" yang ada untuk sampai di jenjang ini.
Maka semoga kita yang normal bisa mengambil pelajaran, yang "males-malesan" lulus melawan malesnya diri sendiri jadi semangat buat buru-buru dapet gelar, yang males-malesan kuliah (kayak aku) jadi lebih menghargai waktu.
Hidup ini memang udah begini, tapi perjalanannya kita yang tentukan kebahagiannya.
Dan buat mas yang aku temuin tadi, semoga lancar pendidikannya untuk dapat gelar di IPB ini. Aaamiiin
Kamis, 17 Oktober 2013
Cikuray, ayooo jalan lagi
Gunung Cikuray, Perjalananku kembali berlanjut dan berhenti
di sini. Tidak lebih dari seminggu aku dan teman-temanku merencanakan pergi ke
gunung yang berada di Garut ini. Awalnya di Sabtu malam ketika kami hendak naik
Gunung Kapur di deket kosan untuk sekedar menghabiskan malam, tapi semuanya
batal karena hujan gede. Cuma pengen naik tapi ga tau kemana dan lagi ga punya
uang, tercetus Cikuray dari Eno, tapi ya cuma sekedar obrolan biasa.
Seninnya dari chat sama Eno kami fix memutuskan berangkat ke
Gunung Cikuray berempat (sisa-sisa dari petualangan Sembilan :D), aku, Eno,
Ricky, dan Waqif. Tapi kali ini ditambah Eni, temen deketku yang deket banget
sampe lagi BAB pun kita saling ngasi kabar -_-
Berlima, 12 Oktober 2013, Ready to gooo...
Kita menuju Garut dari Bogor menuju Kampung Rambutan untuk dapet bus yang nganterin kita ke Terminal Guntur, Garut. Salah pilih bus ini kayaknya, masuk bus kayak masuk shauna. Ngakunya sih bus AC tapi aku yg kebagian duduk di paling belakang ga ngerasa AC sama sekali, malah kepanggang karena ga ada ventilasi sama sekali.
Kita menuju Garut dari Bogor menuju Kampung Rambutan untuk dapet bus yang nganterin kita ke Terminal Guntur, Garut. Salah pilih bus ini kayaknya, masuk bus kayak masuk shauna. Ngakunya sih bus AC tapi aku yg kebagian duduk di paling belakang ga ngerasa AC sama sekali, malah kepanggang karena ga ada ventilasi sama sekali.
Sekitar jam 4 kita sampe di Terminal Guntur, Selamat datang
di Garut, ini pertama kalinya menginjakkan kaki di Kabupaten ini,
Alhamdulillah.
Perjalanan dilanjutkan naek angkot Jurusan Cilawu, kita
sampe di pintu masuk PTPN VIII Dayeuhmanggung, sedikit salah start, harusnya
lebih gampang lewat patrol, perbandingan jarak tempuhnya 12 banding 8 km, lumayan cuuy empat
kilo -_-.
Jam tujuh malam kita mulai jalan menuju pos pemancar
ditemani gerimis, sampe pos pemancar kita memutuskan untuk bermalam di sini
dulu, dan ternyata juga banyak yang nge-camp di pos pemancar ini. Menurut
petugasnya, ada 550 pendaki yang sudah mulai naik ke atas, huwaw ternyata
banyak.
Minggu pagi, selamat pagi Cikuray...
kita memutuskan untuk naik ke puncak dan
langsung turun jadi aku sama Eni ga perlu bawa carrier ke atas, yeay.
Nah ini gunung yang bakal di daki, kok kayaknya pendek ya :D
Nah ini gunung yang bakal di daki, kok kayaknya pendek ya :D
Mau bawa carrier atau ga, ternyata tetep lemah dan ngos-ngosan. Tetep
kalem, dan alangkah senengnya waktu Eno nyuruh aku jalan di depan dan dia
nyusul di belakang, jadi kalo capek aku bisa langsung berenti :D.
Banyak banget yang daki juga turun, aku berasa lagi nyambut
tamu ketika berpapasan dengan yang turun, senyum dan ngomong “silahkan”
hehehehe..
Sensasi naik gunung itu adalah ketika mendaki terlalu lelah untuk
diteruskan, tapi juga udah ga mungkin lagi turun, nikmatin aja :D
Beberapa bertanya “Pake rok mbak?” ato ga “ga ribet mbak
pake rok?” aku Cuma bilang “pilihan” :D
Dikit dikit, akhirnya here we go, Puncak Gunung Cikuray 2821
mdpl.
Apapun itu, aku seneng udah nginjekin kaki di Puncak gunung
tertinggi ke empat di Jawa Barat ini.
Sekitar satu jam di puncak, kita turun jam lima sore. Turunnya lebih santai cuma gelap jadi agak susah jalannya. Ada sedikit cerita lucu sih tentang Eni waktu turun, tapi SEDIKIT, jadi ga usah diceritain lah ya En :p
Jam 11 malam kita sampai di pos pemancar, bebersih diri dan tidurrr untuk besok balik keperadaban.
Ini kita lagi masak dan makan di puncak setelah perjalanan sekitar tujuh jam. Nah Eno yang mengaku chef ini lagi menyantap makanan hasil masakannya: roti bakar selai stroberi telor setengah mateng. Rasanya? tanyakanlah padanya, aku sih ogah nyicip nya -_-
Sekitar satu jam di puncak, kita turun jam lima sore. Turunnya lebih santai cuma gelap jadi agak susah jalannya. Ada sedikit cerita lucu sih tentang Eni waktu turun, tapi SEDIKIT, jadi ga usah diceritain lah ya En :p
Jam 11 malam kita sampai di pos pemancar, bebersih diri dan tidurrr untuk besok balik keperadaban.
Sekarang aku di sini, sedang menikmati pegelnya paha dan membengkaknya kaki dan betis.
Sampai jumpa di perjalanan selanjutnya.. dimana langkah
kakiki berhenti nanti
Dan tetap “if travel teaches us how to see, how come every
time I see is you” eaaaa
Jumat, 06 September 2013
Kehilangan
Dan kehilangan itu terjadi lagi...
Dua hari lalu aku kehilangan kunci kosan karena kantong yang bolong.
Kemarin aku kehilangan hape, di angkot ketika mau pulang ke kosan.
Ntah kenapa ini berturut-turut terjadi, apa karena teguran Alloh atas sholat duha yang makin minimalis raka'atnya karena kesibukan pagi hari.
Atau mungkin juga awal dikabulkan doa minta punya hape baru.
Semoga ini pelajaran untuk lebih hati-hati, aku berbaik sangka padaMu ya Alloh, semoga kehilangan ini diganti dengan yang lebih bagus, Iphone gitu ya Alloh :D
Dua hari lalu aku kehilangan kunci kosan karena kantong yang bolong.
Kemarin aku kehilangan hape, di angkot ketika mau pulang ke kosan.
Ntah kenapa ini berturut-turut terjadi, apa karena teguran Alloh atas sholat duha yang makin minimalis raka'atnya karena kesibukan pagi hari.
Atau mungkin juga awal dikabulkan doa minta punya hape baru.
Semoga ini pelajaran untuk lebih hati-hati, aku berbaik sangka padaMu ya Alloh, semoga kehilangan ini diganti dengan yang lebih bagus, Iphone gitu ya Alloh :D
Rabu, 21 Agustus 2013
Dan merdeka itu, tertawa!
17
Agustus, tapi ini bukan cerita tentang tahun 45. Ini cerita kecilku dari sudut
negeri yang telah merdeka 68 tahun yang lalu. Aku di sini, di tempat aku
dibesarkan, namanya Tegal Sari RT 14 RW 04 Kelurahan Sungai Benteng. Yaaa,
tepat di depan rumahku, hari ini semua bahagia semua tertawa.
Di
tengah orang-orang yang sibuk mendefinisikan arti merdeka, warga di desa ku
berdatangan, mereka bergotong royong untuk mengadakan panjat pinang. Mereka tidak dibayar, mereka tidak dimintai
tolong, halaman rumahku pun tidak disewa, kami di sini berkumpul hanya untuk
kebahagian, berbagi tawa bersama.
Satu
per satu datang, dan bagiku yang lebih banyak merantau daripada ada di rumah
ini berguna untuk kembali mengingat anak-anak masa kecil dikehidupanku, pun
juga mengenal mereka yang baru di desaku.
Langganan:
Komentar (Atom)








































