Selasa, 28 Oktober 2014

Pantai Ujung Genteng, Langkah kakiku berhenti selanjutnya


Sabtu pagi dini hari, baru satu jam sampai kosan dari Jakarta ketemu ayuk, harus sudah rapi untuk pergi lagi. Walau capek, tapi tetap dengan semangat karena aku akan travelling lagi, menjemput bahagia. Kali ini, langkah kakiku berhenti di Sukabumi, Pantai Ujung Genteng yang letaknya ujuuuuuuung banget.

Kami berangkat ber 16 menyewa dua mobil, satu mobil denganku ada Nurul, Lista, Damar, Arif, Eno, Asa, dan Fauzi. Berangkat menuju Ujung Genteng via Jampang - Surade, dan ya tengah malam dikira lancar ternyata macet, lawannya truk truk gede. Awalnya diperkirakan sampai pagi ternyata siang baru masuk Surade dan kami mampir dulu ke Curug Cikaso yang letaknya sekitar satu jam dari Pantai Ujung Genteng.

Awalnya sempat ragu ke curug ini, karena beberapa hari lalu  kondisinya masih kering, sudah lama tidak hujan. Tapi dengan sedikit harapan karena kemarin hujan kita nekad ke sana, dan apa? Deres banget! Cantik! Curug ter-oke yang pernah aku liat: deres, ada tiga aliran, dan bersih.









Bersyukur banget jadi ke sini.
Setelah puas, sampe hape mati karena basah kita melanjutkan perjalanan menuju Ujung Genteng.

Harumnya laut mulai kecium ini, pantaaaaaaiiiii....!
Sebenernya dibanding perjuangan buat sampai ke sini, pantai ini bagus, tapi biasa. Murni subjektif dari aku, beda lagi cerita mungkin kalo aku bisa liat sunset. Sayangnya kami kurang beruntung, sore ini mendung.

Pantai di sini bersih, pasirnya putih, ombak yang di Pantai Ujung Genteng tenang, beda dengan di Pantai Pangumbahan yang tempat penangkaran penyu ombak lumayan gede. Meski ga istimewa, aku selalu suka berbaring di pantai yang sepi, rasanya tenang, hampir ketiduran.





Dan ini kami!