Jumat, 29 November 2013

Tipe kamu?

"Gw tipe lw ga?" Pernah ditanya seperti itu?
Mau jawab apa?
Aku pernah ditanya gitu, dan kalo yang nanya kepo terus lagi baca ini Ga usah ketawa2 deh!
Hahaha, terkadang aku juga bingung, apa yang dimaksud dengan tipe?
Mungkin lebih mengarah ekspektasi ya...
Ganteng/ cantik
Kaya
Pintar
Berpendidikan
Berwibawa
Baik
Dewasa
Tinggi
Keturunan ningrat
Rajin
Soleh/ solehah
dan entah apa lagi yang menjadi syarat untuk menjadi pasangan, selanjutnya disebut dengan tipe pasangan. Kalo memenuhi tipe baru deh maju memberi sinyal.
Semua orang punya tipe pasti ya, semua orang tentunya ingin pasangan yang memiliki sifat terbaik.
Tapi setiap orang punya prioritas tipe yang diinginkan ada dipasangannya.
Ada yang lebih mengarah ke hedonisme ada juga yang kearah kenyaman batin.
Hak kalian masing-masing, tapi pastikan juga kalian pantas dipilih oleh orang yang tipe nya kalian inginkan.
Aku sih ga punya kriteria banyak tentang pasangan, karena sadar belum bisa menjadi wanita dengan tipe kompleks (punya banyak sifat baik), dan selama perjalanan ini sesungguhnya bukan masalah tipe tapi berkenan tidaknya dia di hati.
Kalau sudah masalah hati, tempe pun rasa ayam X_x


Senin, 25 November 2013

Kami tetap tertawa tanpa harus ada yang berubah

"Untukmu yang tidak pernah tahu,
Esok lusa, aku hanya ingin membuktikan
keheranan ini akan menjadi nyata atau tergilas oleh waktu
Esok lusa, ketika misteri hidup kita terjawab
Kita akan tetap seperti ini
Tetap tertawa tanpa harus ada yang berubah"

Kalimat di atas adalah penggalan postinganku di November satu tahun lalu.
Benarlah sudah,
kami tetap tertawa tanpa harus ada yang berubah
Rasa ini mungkin yang tak sama
Maka biarlah, waktu memberi jarak untuk membuktikan perasaan yang seharusnya ditempatkan ke bagian yang tepat.
Dan dia yang tidak pernah tahu, tetap berkelana mencari jati dirinya
Tetap hadir untuk berbagi tawa denganku

Menikah, milik wanita Hebat



Ehem, akhir-akhir ini banyak sekali dapat undangan pernikahan. 
Umur yang sudah beranjak ke 25 ini memang lazimnya sudah berumah tangga. 
Tidak, saya tidak akan bahas tentang rasa takut karena belum menikah atau rasa ingin cepat-cepat menikah, ya karena memang menikah bukanlah perlombaan untuk cepat-cepatan. 
Tapi meski bukan perlombaan saya juga ingin menikah. 
Entah kapan dan dengan siapa semoga saya tetap sabar menunggu jawaban sampai tiba waktu yang sempurna dari Alloh. 

Satu per satu mulai membangun rumah tangga, bulan depan saja sudah ada tiga undangan datang. 
Saya tidak mempertanyakan kenapa mereka cepat bertemu jodohnya. 
Ada sesuatu yang membuat saya terkesima dengan yang namanya pernikahan. 
Bagi saya wanita yang memutuskan menikah itu, HEBAT!. 
Di ujung bulan lalu ketika menghadiri akad nikah teman kuliah, saya terdiam, terharu, dan takut untuk menikah. 
Hahaha, iya. Beberapa teman berpikir saya sudah siap menikah, dan lihat saya sendiri tidak pernah yakin akan hal itu. 
Butuh keberanian dan terutama keikhlasan menyerahkan hidup untuk satu orang selamanya. 
Kalian, para wanita yang telah memiliki keberanian dan keikhlasan itu membuat saya terkagum, lelaki yang kalian pilih tentu hebat karena mampu meyakinkan kalian, tapi kalian lebih hebat karena memiliki rasa berani dan ikhlas itu.   
Saya ingin menikah dan rahasia Alloh yang saya nantikan adalah siapa dia yang dengannya saya bisa menjadi HEBAT. 


Selamat menempuh hidup baru wahai wanita-wanita hebat, dan semoga berkah ditiap perjalanannya :)