Sore itu sehabis belanja di Bara aku memberhentikan angkot di pinggir jalan, aku naik dan tetiba "bruuuk", dari belakang ada motor yang menabrak angkot yang aku tumpangi.
Sopir angkot turun, dan melihat kerusakan yang cukup berbekas dia meminta ganti rugi dengan pengendara motor itu. Memang tanpa marah-marah atau berniat mengambil untung dari kerusakan itu, dia hanya minta angkotnya dibawa ke bengkel untuk diperbaiki. Mereka sepakat membicarakan masalah ini di pangkalan angkot (tempat aku akan turun).
Dan aku..., aku di dalam angkot dengan menundukkan kepala, tidak ada yang menyalahkan aku, karena memang di sini amat ladzim memberhentikan angkot di mana saja sepanjang jalan.
Tapi aku merasa bersalah, salah karena memberhentikan angkot ga pada tempatnya (karena memang ga ada tempat pemberhentiannya), merasa salah gimana kalo mas-masnya ga ada uang buat ngeganti kerusakan, sopir angkotnya juga salah karena berhenti tiba-tiba, pengendara motornya pun salah karena ga menjaga jarak aman dengan kendaraan di depannya.
Dan atas semua ini semoga mas-masnya diberi rejeki lebih atas uang yang dikeluarkan untuk menggan ti kerusakan