Minggu, 30 September 2012

Kehilangan....

Kehilangan.... Sebenarnya kehidupan ini tentang bagaimana kita mampu mengendalikan perasaan di hati, dan menerima bagaimana ketentuan Alloh berjalan seharusnya. Seperti kehilangan, suatu rasa yang membuat kehidupan di depan serasa tak akan utuh lagi. Aku pernah merasa kehilangan, dan mungkin kehilangan yang pernah kalian alami jauh lebih menyayat dari apa yang aku rasakan. Kehilangan benda yang kita miliki, orang yang kita sayangi, atau impian yang sudah kita rencanakan. Sejatinya, kehilangan ini adalah tentang harapan dimasa depan yang terputus karena sesuatu yang telah pergi saat ini. Dan semakin besar harapan akan masa depan itu, semakin nelangsa hati menerima kehilangan. Bandingkan, kehilangan uang seribu rupiah mungkin tidak akan kita permasalahkan atau mungkin tidak kita ketahui kalo uang itu hilang, lain halnya kalo yang hilang uang satu juta rupiah. Sama sama uang, tapi harapan kita tentang uang itu berbeda. Apalah seribu rupiah, dapat tahu pedas satu biji di sudut jalan sana, sedanghkan satu juta rupiah bisa kau gunakan untuk menyicil kredit motor, membeli beberapa helai pakaian, atau untukku membeli setumpuk buku di Gramedia sana yang sudah kuincar. Kehilangan yang menyakitkan itu, kehilangan sesuatu dengan harapan massa depan yang ingin kita gapai begitu besar, begitu bahagia, dan begitu menjanjikan. Bagaimana seorang anak terharu disaat wisuda tanpa orang tua yang lengkap, bagaimana seorang anak menangis ketika menikah tanpa wali di hadapannya, bagaimana seorang kekasih merana ketika lelakinya pergi, bagaimana seorang ibu merintih ketika bayi dalam kandungannya pergi sebelum melihat dunia. Semua kesedihan itu karena harapan begitu besar di masa lalu tentang masa depan yang begitu indah terencana, biasanya diiringi dengan penyesalan. Dan benarlah, kalo para leluhur berkata: selalu ada hikmah dari setiap kejadian (termasuk kehilangan) . Aku tidak pernah tahu apa itu penerimaan sampai aku merasakan apa itu kehilangan. Bagiku semua itu omong kosong, terlalu gampang untuk mengatakan dan begitu menyesakkan untuk menjalaninya. Namun, kita tidak akan mati karena kehilangan, waktu tetap 24 jam, pagi tetap akan berganti malam, dan kita manusia bisa apa selain menerima. Dan diantara waktu yang terus berputar, aku selalu terus berusaha meyakinkan diri bahwa kehilangan mengajarkan kekuatan 