Rabu, 02 Mei 2012
Bapak
Walaupun Bapak pemarah, semua semua harus perfect, suka lupa Janji,
tapi mana pernah dia biarin anaknya sedih, Bapaklah yang bilang ke aku "dunia ga selebar daun kelor, dek" waktu aku patah hati :D
Selalu ngirim uang walau anaknya satu ini borosnya amit2 :D
Bapak ga pernah lemah lembut kalo bertemu secara langsung, tapi kalo anaknya jauh aduuuh denger suaranya sayang banget rasanya.
Bapaklah manusia yang mengajarkan kami, anak-anaknya arti merdeka.
Kalian pernah ditanya mau masuk SD ga?
aku iya.
Sejak kecil kami selalu ditanya setiap mau ngelanjut ke sekolah yang lebih tinggi "Mau sekolah ato ga?", untungnya semua anak2nya mau sekolah semua, hahahaha
Ga peduli berapapun biaya, asal anaknya mau pasti akan diusahakan ditengah kesederhanaan keluarga kami.
Sekarang tiga anaknya: Sepriansyah, ST; Titi Marantika, ST; Tri Yulni, STP, ya kami telah menyelesaikan studi sarjana kami.
Bangga, iya tentu beliau bangga, di hapenya diam2 aku liat ada draft yg bertuliskan tiga nama anaknya yang sudah bergelar semua, satu impiannya terwujud: Pendidikan anak2nya harus lebih tinggi daripada beliau.
Setelah kami lulus, Bapakpun masih cemas dengan kami, Bapak masih menawarkan kakak2ku untuk jadi PNS, nyatanya ditolak dengan dua orang kakakku, dan ga masalah bagi Bapakku karena kami Merdeka.
Seperti sebulan lalu di ruang tivi bapak bilang ke aku "Bukannya apa2 dek, kalo adek ga kerja ntar kalo udah nikah terjadi apa2 dengan suami gimana, liat mama Novi hidupnya sekarang susah banget setelah ditinggal suami, Mama kalo seandainya Bapak ninggal duluan masih punya pensiunan Bapak jadi masih bisa makan. Sekarang kalo mau usaha ya sudah gapapa, tapi harus bener2 ditekuni jangan jadi tempat coba2. Kalo usahanya masih di Bogor, ya sekalian ngelanjut S2 aja, kalo udah bosen usahanya ya bisa jadi dosen ntar"
Saya tidak menjawab apapun saat itu, tidak mengiyakan tidak juga mentidakkan.
Heeee, memang diantara tiga anaknya akulah yang memilih jadi wirausaha.
Kalian tahu kenapa? aku hanya mau punya waktu dan uang.
Punya waktu penuh buat keluarga aku nanti, suami dan juga anak, jadi ibu rumah tangga seutuhnya, tapi juga punya usaha untuk hidup berkecukupan.
Tapi S2, aku sudah malas berurusan dengan diktat dan buku kuliah lainnya. Sisi lain hati aku juga ingin membahagiakan orang tuaku.
Bapak, kalo sudah jalannya, adek pasti bakal ngelanjut S2.
Kita liat Agustus nanti ya :))
Love you :*
Minggu, 16 Oktober 2011
Minggu, 28 Agustus 2011
Hidup = resiko
28 Agustus 2011, ntah H-2 ato H-3 lebaran yang jelas gw masih di Bogor.
Harga yang harus gw bayar untuk mendapatkan SKL secepatnya.
Hidup itu memang resiko, tapi saya menikmatinya.
Ramadhan yang sungguh berbeda dengan tahun lalu,
bedaaaaaa banget, teruutama karena ..., (#plakkk, weits kembali ke topik)
mungkin gw ga akan ngerasain tarawih di tempat gw dibesarin, mungkin gw ga bakal ngerasain sahur bareng keluarga gw tahun ini, tapi sekali lagi itu adalah resiko, harga yang harus gw bayar untuk kebahagian gw yang lain ^^
Harga yang harus gw bayar untuk mendapatkan SKL secepatnya.
Hidup itu memang resiko, tapi saya menikmatinya.
Ramadhan yang sungguh berbeda dengan tahun lalu,
bedaaaaaa banget, teruutama karena ..., (#plakkk, weits kembali ke topik)
mungkin gw ga akan ngerasain tarawih di tempat gw dibesarin, mungkin gw ga bakal ngerasain sahur bareng keluarga gw tahun ini, tapi sekali lagi itu adalah resiko, harga yang harus gw bayar untuk kebahagian gw yang lain ^^
Skripsi dan PROSESnya
22 Agustus 2011, Akhirnya merasakan juga apa itu sidang.
Sesuatu yang ditunggu-tunggu yang rasanya tidak ingin mersakannya tapi harus merasakannya.
Tapi apa? setelah kata "LULUS" keluar dari dosen pembimbing, hanya hitungan detik saya merasakan bahagianya, lantas lenyap ntah kemana.
Benar kawan, sesuatu yang kita capai itu tidaklah menjadi penting lagi ketika semuanya telah tercapai, tapi proses dalam pencapaian itulah yang selalu menjadi pembelajaran untuk pendewasaan diri menjadi lebih baik.
Saya ingat betul semua proses itu,
ketika 3 bulan saya membuang-buang waktu untuk hal tidak penting dan meninggalkan skripsi saya,
ketika ngedraft sudah berkali-kali tapi makin ke sini coretannya makin banyak,
ketika harus menangis merasa tidak sanggup untuk melewatinya,
ketika dibilang oleh PS bahwa skripsi saya masih "kering",
ketika berjam-jam harus menunggu PS datang,
ketika harus berhemat karena sudah menghabiskan uang lebih dari 100 ribu hanya untuk ngedraft,
ketika kata terakhir "menyerah" akan keluar setelah perjuangan yang rasanya tak berujung,
ketika sampai di draft ke 6 dan tiga huruf itu muncul "ACC",
ketika menanti sidang dan malas untuk belajar,
ketika membuat slide harus ke korfat hanya untuk mencari semangat bersama teman-teman saya,
ketika detik-detik itu tiba dan teman-teman saya ada di samping saya.
Semua itulah yang mendewasakan hidup ini,
duka tangis sedih putus asa, ah rasanya tidak ada kata yang membahagiakan selama menyusun skripsi ini :))
Terimakasih teman, ada buat saya selama proses itu berjalan,
Bagi yang sudah merasakan SIDANG, selamat wisuda di September Ceria teman
Bagi yang belum, selamat menikmati proses itu, ambil hikmah sebanyak-banyaknya untuk menjadi pribadi yang dewasa.
Setiap orang tidak akan memiliki jalan yang sama, ada yang lama ada yang cepat, ada yang berliku ada yang lurus-lurus saja, karena kita sedang menjalankan takdir kita masing-masing dan saya yakin hasil dari proses itu pun akan beda-beda.
Selamat berjuang teman, semua sudah punya waktunya masing-masing.
Dan akhirnya,
25 Agustus 2011 saya resmi menjadi Tri Yulni, S.TP
saya tunggu kalian di wisuda Desember 2011, masih ada quota 775 lagi.
Sampai ketemu di Desember teman, saya mau libur panjang dulu
Salam sayang buat kalian ^^
SEMANGAT!!!!
Sesuatu yang ditunggu-tunggu yang rasanya tidak ingin mersakannya tapi harus merasakannya.
Tapi apa? setelah kata "LULUS" keluar dari dosen pembimbing, hanya hitungan detik saya merasakan bahagianya, lantas lenyap ntah kemana.
Benar kawan, sesuatu yang kita capai itu tidaklah menjadi penting lagi ketika semuanya telah tercapai, tapi proses dalam pencapaian itulah yang selalu menjadi pembelajaran untuk pendewasaan diri menjadi lebih baik.
Saya ingat betul semua proses itu,
ketika 3 bulan saya membuang-buang waktu untuk hal tidak penting dan meninggalkan skripsi saya,
ketika ngedraft sudah berkali-kali tapi makin ke sini coretannya makin banyak,
ketika harus menangis merasa tidak sanggup untuk melewatinya,
ketika dibilang oleh PS bahwa skripsi saya masih "kering",
ketika berjam-jam harus menunggu PS datang,
ketika harus berhemat karena sudah menghabiskan uang lebih dari 100 ribu hanya untuk ngedraft,
ketika kata terakhir "menyerah" akan keluar setelah perjuangan yang rasanya tak berujung,
ketika sampai di draft ke 6 dan tiga huruf itu muncul "ACC",
ketika menanti sidang dan malas untuk belajar,
ketika membuat slide harus ke korfat hanya untuk mencari semangat bersama teman-teman saya,
ketika detik-detik itu tiba dan teman-teman saya ada di samping saya.
Semua itulah yang mendewasakan hidup ini,
duka tangis sedih putus asa, ah rasanya tidak ada kata yang membahagiakan selama menyusun skripsi ini :))
Terimakasih teman, ada buat saya selama proses itu berjalan,
Bagi yang sudah merasakan SIDANG, selamat wisuda di September Ceria teman
Bagi yang belum, selamat menikmati proses itu, ambil hikmah sebanyak-banyaknya untuk menjadi pribadi yang dewasa.
Setiap orang tidak akan memiliki jalan yang sama, ada yang lama ada yang cepat, ada yang berliku ada yang lurus-lurus saja, karena kita sedang menjalankan takdir kita masing-masing dan saya yakin hasil dari proses itu pun akan beda-beda.
Selamat berjuang teman, semua sudah punya waktunya masing-masing.
Dan akhirnya,
25 Agustus 2011 saya resmi menjadi Tri Yulni, S.TP
saya tunggu kalian di wisuda Desember 2011, masih ada quota 775 lagi.
Sampai ketemu di Desember teman, saya mau libur panjang dulu
Salam sayang buat kalian ^^
SEMANGAT!!!!
Rabu, 24 Agustus 2011
Kamis, 18 Agustus 2011
Sabtu, 20 Maret 2010
PL
15 maret 2010, 17:00
berenam memutuskan untuk penjajagan buat PL dengan naek motor: reza, maun, andi, fauzi,yadi, n aku.
bacalah diantara nama2 itu,adakah kau menemukan nama seorang cewek. yuph,memang tidak ada, dan kukira awalnya bakal huda yang nemenin aku, ternyata ga.
oh ibuuuuuu,andai kau tahu pasti takkan engkau izinkan anakmu berkelana seperti itu, tapi inilah kehidupanku, tak seperti di rumah bersama kalian,maap yak,tapi temenku baik2 kok. :)
perjalanan menuju bandung yang ga didukung alam, sepanjang jalan hujan, dan mereka memutuskan untuk terus lanjutt dan aku hanya bisa ikuuuuttt dengan kaki yang benar2 pegal.
pas belokan,aku g pegangan karna sibuk dengan jas hujan. waktu lewat rel kereta..., hampir aja jatoh,pas noleh ke belakang, ehhh,,, malah ada yg jatoooh beneran,,. mereka adalah maun dan reza...
hasilnya...,mereka luka-luka (apa lecet yak) ga keliatan se soalnya udah jam 23.00 lebih, yg jelas motornya yg lecet.
setengah duabelasan nyampe kos tempat penitipan ayunk di bandung... hehehehhe
ngerepotin orang, jadi ga enak. dan para pejantan tangguh itu meninggalkan ayunk sendiri yg terakhir kali makan jm 7 pagi dan mereka pergi ke penginapan mereka (baca: masjid)membawa bekal yg udah kusiapin...ckckckckkc
paginya jam 8 kurang kita lanjuuut lagi ke ciater,subang,,,
baru pertama kali ne menghirup udara bandung...
nyampe juga ke PTPN VIII ciater, huhuhu... sejuk banget (kalo ga mau dibilang dingin), ya paling cuma 15 menit di sana.. misi komplit..
kirain mau langsung pulang, ternyata mereka punya rencana berikutnya, ke PTPN VIII Rancabali,,, dengan jalan yg ga mulus, hujan dikit2, pake acara kesasar, dan keragu2an ke rancabali yang ga bisa dibilang deket, kita nyampe juga...
huhuhu..., ga jauh beda dengan ciater tapi jauh sangat dari keramaian...
ga dapet apa2 kita di sana.., pulang dahhhhhh
alhamdulillah..., walau jalanan macet tapi Alloh ga nurunin hujan kayak waktu berangkat..., akhirnya nyampe k kos lagi dengan selamat sekitar jam 21.00
berenam memutuskan untuk penjajagan buat PL dengan naek motor: reza, maun, andi, fauzi,yadi, n aku.
bacalah diantara nama2 itu,adakah kau menemukan nama seorang cewek. yuph,memang tidak ada, dan kukira awalnya bakal huda yang nemenin aku, ternyata ga.
oh ibuuuuuu,andai kau tahu pasti takkan engkau izinkan anakmu berkelana seperti itu, tapi inilah kehidupanku, tak seperti di rumah bersama kalian,maap yak,tapi temenku baik2 kok. :)
perjalanan menuju bandung yang ga didukung alam, sepanjang jalan hujan, dan mereka memutuskan untuk terus lanjutt dan aku hanya bisa ikuuuuttt dengan kaki yang benar2 pegal.
pas belokan,aku g pegangan karna sibuk dengan jas hujan. waktu lewat rel kereta..., hampir aja jatoh,pas noleh ke belakang, ehhh,,, malah ada yg jatoooh beneran,,. mereka adalah maun dan reza...
hasilnya...,mereka luka-luka (apa lecet yak) ga keliatan se soalnya udah jam 23.00 lebih, yg jelas motornya yg lecet.
setengah duabelasan nyampe kos tempat penitipan ayunk di bandung... hehehehhe
ngerepotin orang, jadi ga enak. dan para pejantan tangguh itu meninggalkan ayunk sendiri yg terakhir kali makan jm 7 pagi dan mereka pergi ke penginapan mereka (baca: masjid)membawa bekal yg udah kusiapin...ckckckckkc
paginya jam 8 kurang kita lanjuuut lagi ke ciater,subang,,,
baru pertama kali ne menghirup udara bandung...
nyampe juga ke PTPN VIII ciater, huhuhu... sejuk banget (kalo ga mau dibilang dingin), ya paling cuma 15 menit di sana.. misi komplit..
kirain mau langsung pulang, ternyata mereka punya rencana berikutnya, ke PTPN VIII Rancabali,,, dengan jalan yg ga mulus, hujan dikit2, pake acara kesasar, dan keragu2an ke rancabali yang ga bisa dibilang deket, kita nyampe juga...
huhuhu..., ga jauh beda dengan ciater tapi jauh sangat dari keramaian...
ga dapet apa2 kita di sana.., pulang dahhhhhh
alhamdulillah..., walau jalanan macet tapi Alloh ga nurunin hujan kayak waktu berangkat..., akhirnya nyampe k kos lagi dengan selamat sekitar jam 21.00
Langganan:
Postingan (Atom)