Minggu, 16 Oktober 2011

Orang lain berhak melakukan apapun kepada kita, tapi kita tidak cukup pantas membalasnya, karena hari pembalasan itu telah dipastikan ada.

Minggu, 28 Agustus 2011

Hidup = resiko

28 Agustus 2011, ntah H-2 ato H-3 lebaran yang jelas gw masih di Bogor.
Harga yang harus gw bayar untuk mendapatkan SKL secepatnya.
Hidup itu memang resiko, tapi saya menikmatinya.
Ramadhan yang sungguh berbeda dengan tahun lalu,
bedaaaaaa banget, teruutama karena ..., (#plakkk, weits kembali ke topik)
mungkin gw ga akan ngerasain tarawih di tempat gw dibesarin, mungkin gw ga bakal ngerasain sahur bareng keluarga gw tahun ini, tapi sekali lagi itu adalah resiko, harga yang harus gw bayar untuk kebahagian gw yang lain ^^

Skripsi dan PROSESnya

22 Agustus 2011, Akhirnya merasakan juga apa itu sidang.

Sesuatu yang ditunggu-tunggu yang rasanya tidak ingin mersakannya tapi harus merasakannya.

Tapi apa? setelah kata "LULUS" keluar dari dosen pembimbing, hanya hitungan detik saya merasakan bahagianya, lantas lenyap ntah kemana.

Benar kawan, sesuatu yang kita capai itu tidaklah menjadi penting lagi ketika semuanya telah tercapai, tapi proses dalam pencapaian itulah yang selalu menjadi pembelajaran untuk pendewasaan diri menjadi lebih baik.

Saya ingat betul semua proses itu,

ketika 3 bulan saya membuang-buang waktu untuk hal tidak penting dan meninggalkan skripsi saya,

ketika ngedraft sudah berkali-kali tapi makin ke sini coretannya makin banyak,

ketika harus menangis merasa tidak sanggup untuk melewatinya,

ketika dibilang oleh PS bahwa skripsi saya masih "kering",

ketika berjam-jam harus menunggu PS datang,

ketika harus berhemat karena sudah menghabiskan uang lebih dari 100 ribu hanya untuk ngedraft,

ketika kata terakhir "menyerah" akan keluar setelah perjuangan yang rasanya tak berujung,

ketika sampai di draft ke 6 dan tiga huruf itu muncul "ACC",

ketika menanti sidang dan malas untuk belajar,

ketika membuat slide harus ke korfat hanya untuk mencari semangat bersama teman-teman saya,

ketika detik-detik itu tiba dan teman-teman saya ada di samping saya.

Semua itulah yang mendewasakan hidup ini,

duka tangis sedih putus asa, ah rasanya tidak ada kata yang membahagiakan selama menyusun skripsi ini :))

Terimakasih teman, ada buat saya selama proses itu berjalan,

Bagi yang sudah merasakan SIDANG, selamat wisuda di September Ceria teman

Bagi yang belum, selamat menikmati proses itu, ambil hikmah sebanyak-banyaknya untuk menjadi pribadi yang dewasa.

Setiap orang tidak akan memiliki jalan yang sama, ada yang lama ada yang cepat, ada yang berliku ada yang lurus-lurus saja, karena kita sedang menjalankan takdir kita masing-masing dan saya yakin hasil dari proses itu pun akan beda-beda.

Selamat berjuang teman, semua sudah punya waktunya masing-masing.

Dan akhirnya,

25 Agustus 2011 saya resmi menjadi Tri Yulni, S.TP

saya tunggu kalian di wisuda Desember 2011, masih ada quota 775 lagi.

Sampai ketemu di Desember teman, saya mau libur panjang dulu

Salam sayang buat kalian ^^

SEMANGAT!!!!

Rabu, 24 Agustus 2011

Teringat pembicaraan gw jumat lalu dengan Niko:
Gw: Niko, Pak Susilo di kampus terus ga?
Niko: Enggak.
Gw: Hari apa aja adanya?
Niko: Senin, Rabu.
Iya senin besok ada kok, nguji sidang katanya.
Gw: -___-, yang diuji kan gw, niko

Kamis, 18 Agustus 2011

18:44

Hmmm, akhirnya ujian akhirku dateng juga, 22 Agustus 2011, 10:00, Ruang Sidang TMB.
Itu tepat seminggu sebelum lebaran, orang2 pada mudik aku deg2an untuk sidang.
He, semoga berkah, semoga lancar, semoga diberi yang terbaik.

Sabtu, 20 Maret 2010

PL

15 maret 2010, 17:00
berenam memutuskan untuk penjajagan buat PL dengan naek motor: reza, maun, andi, fauzi,yadi, n aku.
bacalah diantara nama2 itu,adakah kau menemukan nama seorang cewek. yuph,memang tidak ada, dan kukira awalnya bakal huda yang nemenin aku, ternyata ga.
oh ibuuuuuu,andai kau tahu pasti takkan engkau izinkan anakmu berkelana seperti itu, tapi inilah kehidupanku, tak seperti di rumah bersama kalian,maap yak,tapi temenku baik2 kok. :)


perjalanan menuju bandung yang ga didukung alam, sepanjang jalan hujan, dan mereka memutuskan untuk terus lanjutt dan aku hanya bisa ikuuuuttt dengan kaki yang benar2 pegal.

pas belokan,aku g pegangan karna sibuk dengan jas hujan. waktu lewat rel kereta..., hampir aja jatoh,pas noleh ke belakang, ehhh,,, malah ada yg jatoooh beneran,,. mereka adalah maun dan reza...
hasilnya...,mereka luka-luka (apa lecet yak) ga keliatan se soalnya udah jam 23.00 lebih, yg jelas motornya yg lecet.

setengah duabelasan nyampe kos tempat penitipan ayunk di bandung... hehehehhe
ngerepotin orang, jadi ga enak. dan para pejantan tangguh itu meninggalkan ayunk sendiri yg terakhir kali makan jm 7 pagi dan mereka pergi ke penginapan mereka (baca: masjid)membawa bekal yg udah kusiapin...ckckckckkc

paginya jam 8 kurang kita lanjuuut lagi ke ciater,subang,,,
baru pertama kali ne menghirup udara bandung...
nyampe juga ke PTPN VIII ciater, huhuhu... sejuk banget (kalo ga mau dibilang dingin), ya paling cuma 15 menit di sana.. misi komplit..

kirain mau langsung pulang, ternyata mereka punya rencana berikutnya, ke PTPN VIII Rancabali,,, dengan jalan yg ga mulus, hujan dikit2, pake acara kesasar, dan keragu2an ke rancabali yang ga bisa dibilang deket, kita nyampe juga...
huhuhu..., ga jauh beda dengan ciater tapi jauh sangat dari keramaian...
ga dapet apa2 kita di sana.., pulang dahhhhhh


alhamdulillah..., walau jalanan macet tapi Alloh ga nurunin hujan kayak waktu berangkat..., akhirnya nyampe k kos lagi dengan selamat sekitar jam 21.00

Sabtu, 13 Maret 2010

bingung

bingung...
sebenernya simple tinggal berangkat pergi dan tunggu hasil..,
tapi ga bagi aku,
entahlah..,
yang jelas di hati ini tak mungkin tega mengkhianati teman2ku
Aku ingin sejujurnya egois tapi ga sanggup melakukan itu.
ga mungkin orang yang mengusulkan ide itu kuhianati, dan ga mungkin juga orang yang ngajak aku waktu dia pertama kali punya usulan kutinggalin begitu aja.
tapi.., mereka juga tanpa kepastian...
ga pernah pengen dibilang penghianat, tapi juga ga bisa berdiam diri.

pengen ga ngancurin kepercayaan orang tapi takut diancurin orang,
ya kalo mereka yang kubela adalah teman yang memang tak akan berkhianat, kalo ga...
achhhhh...., sudahlah asal jangan aku yang menyakiti mereka, biarkan semua.

ayolah teman... jangan saling maen belakang, saling menbantu... kalo ga ada yang rela mengalah untuk yang laen itu berarti belum pantes kata keluarga kita sandang, bulshiittt itu..
dan aku terlanjur mengangap kalian lebih.

Aku akan terus berjalan,
tapi aku tak mau berlari denganmu,
pun tak sanggup menunggumu diam di sini.

Dan aku terlanjur sakit hati atas perbuatan orang yang sejujurnya tak pernah ada hubungannya dengan semua ini,
Plis de sifat kekanak-kanakanmu membuatku sampai pada titik menyerah.