Senin, 29 Oktober 2012

Pagi ini

Pagi ini, pukul tiga pagi saya pulang ke kosan setelah mengantar kakak saya ke Pool Bus Damri. Memberhentikan angkot 03 (Trayek Baranang Siang - Bubulak) di bawah Tugu Kujang, di dalamnya terdapat tiga penumpang. Sedikit lega, karena ga cuma berdua doang sama supirnya. Tapi di tengah perjalanan, tepatnya di Jembatan Merah tinggal saya sama supirnya. "Mau kemana Neng?" | "Laladon" | "Darimana mana emang jam segini?" | "Antar kakak ke Damri tadi" | "Sendirian aja?" | "Iya" | "Ga takut di bawa orang?" | "Insyaalloh dijaga sama Alloh" || Heeeeeu..., Jangan pikir aku ga takut ya, sepanjang jalan aku siaga terus dengan sekitar. Gimana ga takut, cewek, sendirian, 23 tahun, masih perawan. Orangtuaku pun ga bakalan membiarkan anaknya ini keluar di pagi buta sendirian. Tapi aku tidak hidup di bawah ketiak orangtuaku lagi, nasib anak rantau yang harus bisa melakukan apa-apa sendirian :). Tapi, rasa takut itu terlalu kecil di hati aku. Entahlah, aku begitu percaya bahwa banyak orang baik di dunia ini, di tengah maraknya berita Patroli Indosiar yang selalu berubah tiap harinya. Bagiku, aku punya keperluan dan mereka pun juga begitu, jadi tak perlu saling mengganggu, dan semoga Alloh selalu melindungi dalam setiap perjalanan sendirian ini. :)

Minggu, 21 Oktober 2012

Jogja itu romantis

Minggu malam dari Parang Teritis menuju Ambarukmo Plaza, dengan bokong pegel banget seharian nyupir motor muter muter Jogja, satu sudut pandang membuat aku lupa tentang capek nya badan ini, di dekat Pasar Seni Gabusan aku melewati dua orang yang kuduga suami istri, boncengan sepeda. Sederhana tapi romantis {}. Jogja itu romantis :)

Selasa, 16 Oktober 2012

Enak ya jadi lelaki

Hari ini, 30 Dzulkaidah 1433 H artinya besok 01 Dzulhijjah 1433 H. Yeay. ______“Tidak ada satu amal sholeh yang lebih dicintai oleh Allah melebihi amal sholeh yang dilakukan pada hari-hari ini (yaitu 10 hari pertama bulan DzulHijjah).” Para sahabat bertanya: “Tidak pula jihad di jalan Allah?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “Tidak pula jihad di jalan Allah, kecuali orang yang berangkat jihad dengan jiwa dan hartanya namun tidak ada yang kembali satupun.” - HR. Abu Daud no. 2438, At Tirmidzi no. 757, Ibnu Majah no. 1727, dan Ahmad no. 1968, dari Ibnu ‘Abbas. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih sesuai syarat Bukhari-Muslim ______“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berpuasa pada sembilan hari awal Dzulhijah, pada hari ‘Asyura’ (10 Muharram), berpuasa tiga hari setiap bulannya, …” - HR. Abu Daud no. 2437. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih. Di hari yang lalu saya sudah niatkan puasa 9 hari di awal bulan Dzulhijjah, ladang pahala nih. Hari ini, semua niat tinggal niat, kemarin tamu bulanan dateng tanpa persetujuan saya. Ya, beginilah nasib kami para wanita, ibadah kami kadang tergantung jadwal bulanan kami. Tidak hanya puasa bulan ini, di Syawal lalu saya harus kejar-kejaran dengan waktu antara puasa bayar hutang 9 hari, puasa sunnah syawal 6 hari, belom lagi dengan jadwal haid di bulan itu juga sekitar satu minggu, ditotal itu jumlah waktunya 22 hari sedangkan disediakan hari dibulan syawal untuk puasa 29 hari, dan kalian tahulah godaan gede banget di awal2 idul fitri buat puasa, hehehe. Beda ya dengan lelaki, mereka tidak pernah diharamkan puasa kecuali memang hari itu hari yang diharamkan untuk puasa, waktu mereka banyak banget buat mencangkul di ladang pahala setiap waktunya. Enak ya jadi lelaki. selain itu nih ya, gara2 haid ini hati kami yang lagi kuat2nya dekat dengan Alloh: sholat tepat waktu, baca Al Quran setelah sholat, sholat dhuha, qiyamul lail, puasa senin kamis yang sudah terjadwal dengan baik, harus diperjuangkan dari awal lagi gara2 dikasih kenikmatan satu minggu di waktu haid tanpa melkukan ibadah apapun. Sejujurnya haid ini, cobaan bagi kami -___- "Yang penting niat", ada yang bilang begitu. Tapi mana ada kenikmatan ibadah yang didapat kalo cuma niat tanpa bisa melaksanakannya. Es jeruk tetep ga terasa nikmat kan kalo kita cuma niat beli tanpa melaksanakan dan meminumnya :D Judul dan isi tulisan ini, tidak bermaksud mengeluh kepada takdir dan semoga saya dijauhkan dari sifat mengeluh (astaghfirulloh aladzim), tapi lebih supaya kita bisa bersyukur dan mewujudkan rasa syukur itu dalam tindakan. Para lelaki yang mampu dan wanita yang tidak berhalangan semoga tergerak untuk beramal sebanyak-banyaknya disepuluh hari pertama di bulan Dzulhijjah, termasuk puasa sunnah di sembilan hari pertamanya. Dan 9 hari lagi semoga saya bisa ikut puasa Arofah-nya (amin) ______“Puasa Arofah dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyuro (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu.” - HR. Muslim no. 1162, dari Abu Qotadah.

Minggu, 30 September 2012

Kehilangan....

Kehilangan.... Sebenarnya kehidupan ini tentang bagaimana kita mampu mengendalikan perasaan di hati, dan menerima bagaimana ketentuan Alloh berjalan seharusnya. Seperti kehilangan, suatu rasa yang membuat kehidupan di depan serasa tak akan utuh lagi. Aku pernah merasa kehilangan, dan mungkin kehilangan yang pernah kalian alami jauh lebih menyayat dari apa yang aku rasakan. Kehilangan benda yang kita miliki, orang yang kita sayangi, atau impian yang sudah kita rencanakan. Sejatinya, kehilangan ini adalah tentang harapan dimasa depan yang terputus karena sesuatu yang telah pergi saat ini. Dan semakin besar harapan akan masa depan itu, semakin nelangsa hati menerima kehilangan. Bandingkan, kehilangan uang seribu rupiah mungkin tidak akan kita permasalahkan atau mungkin tidak kita ketahui kalo uang itu hilang, lain halnya kalo yang hilang uang satu juta rupiah. Sama sama uang, tapi harapan kita tentang uang itu berbeda. Apalah seribu rupiah, dapat tahu pedas satu biji di sudut jalan sana, sedanghkan satu juta rupiah bisa kau gunakan untuk menyicil kredit motor, membeli beberapa helai pakaian, atau untukku membeli setumpuk buku di Gramedia sana yang sudah kuincar. Kehilangan yang menyakitkan itu, kehilangan sesuatu dengan harapan massa depan yang ingin kita gapai begitu besar, begitu bahagia, dan begitu menjanjikan. Bagaimana seorang anak terharu disaat wisuda tanpa orang tua yang lengkap, bagaimana seorang anak menangis ketika menikah tanpa wali di hadapannya, bagaimana seorang kekasih merana ketika lelakinya pergi, bagaimana seorang ibu merintih ketika bayi dalam kandungannya pergi sebelum melihat dunia. Semua kesedihan itu karena harapan begitu besar di masa lalu tentang masa depan yang begitu indah terencana, biasanya diiringi dengan penyesalan. Dan benarlah, kalo para leluhur berkata: selalu ada hikmah dari setiap kejadian (termasuk kehilangan) . Aku tidak pernah tahu apa itu penerimaan sampai aku merasakan apa itu kehilangan. Bagiku semua itu omong kosong, terlalu gampang untuk mengatakan dan begitu menyesakkan untuk menjalaninya. Namun, kita tidak akan mati karena kehilangan, waktu tetap 24 jam, pagi tetap akan berganti malam, dan kita manusia bisa apa selain menerima. Dan diantara waktu yang terus berputar, aku selalu terus berusaha meyakinkan diri bahwa kehilangan mengajarkan kekuatan 

Rabu, 02 Mei 2012

Bapak

Walaupun Bapak pemarah, semua semua harus perfect, suka lupa Janji, tapi mana pernah dia biarin anaknya sedih, Bapaklah yang bilang ke aku "dunia ga selebar daun kelor, dek" waktu aku patah hati :D Selalu ngirim uang walau anaknya satu ini borosnya amit2 :D Bapak ga pernah lemah lembut kalo bertemu secara langsung, tapi kalo anaknya jauh aduuuh denger suaranya sayang banget rasanya. Bapaklah manusia yang mengajarkan kami, anak-anaknya arti merdeka. Kalian pernah ditanya mau masuk SD ga? aku iya. Sejak kecil kami selalu ditanya setiap mau ngelanjut ke sekolah yang lebih tinggi "Mau sekolah ato ga?", untungnya semua anak2nya mau sekolah semua, hahahaha Ga peduli berapapun biaya, asal anaknya mau pasti akan diusahakan ditengah kesederhanaan keluarga kami. Sekarang tiga anaknya: Sepriansyah, ST; Titi Marantika, ST; Tri Yulni, STP, ya kami telah menyelesaikan studi sarjana kami. Bangga, iya tentu beliau bangga, di hapenya diam2 aku liat ada draft yg bertuliskan tiga nama anaknya yang sudah bergelar semua, satu impiannya terwujud: Pendidikan anak2nya harus lebih tinggi daripada beliau. Setelah kami lulus, Bapakpun masih cemas dengan kami, Bapak masih menawarkan kakak2ku untuk jadi PNS, nyatanya ditolak dengan dua orang kakakku, dan ga masalah bagi Bapakku karena kami Merdeka. Seperti sebulan lalu di ruang tivi bapak bilang ke aku "Bukannya apa2 dek, kalo adek ga kerja ntar kalo udah nikah terjadi apa2 dengan suami gimana, liat mama Novi hidupnya sekarang susah banget setelah ditinggal suami, Mama kalo seandainya Bapak ninggal duluan masih punya pensiunan Bapak jadi masih bisa makan. Sekarang kalo mau usaha ya sudah gapapa, tapi harus bener2 ditekuni jangan jadi tempat coba2. Kalo usahanya masih di Bogor, ya sekalian ngelanjut S2 aja, kalo udah bosen usahanya ya bisa jadi dosen ntar" Saya tidak menjawab apapun saat itu, tidak mengiyakan tidak juga mentidakkan. Heeee, memang diantara tiga anaknya akulah yang memilih jadi wirausaha. Kalian tahu kenapa? aku hanya mau punya waktu dan uang. Punya waktu penuh buat keluarga aku nanti, suami dan juga anak, jadi ibu rumah tangga seutuhnya, tapi juga punya usaha untuk hidup berkecukupan. Tapi S2, aku sudah malas berurusan dengan diktat dan buku kuliah lainnya. Sisi lain hati aku juga ingin membahagiakan orang tuaku. Bapak, kalo sudah jalannya, adek pasti bakal ngelanjut S2. Kita liat Agustus nanti ya :)) Love you :*

Minggu, 16 Oktober 2011

Orang lain berhak melakukan apapun kepada kita, tapi kita tidak cukup pantas membalasnya, karena hari pembalasan itu telah dipastikan ada.

Minggu, 28 Agustus 2011

Hidup = resiko

28 Agustus 2011, ntah H-2 ato H-3 lebaran yang jelas gw masih di Bogor.
Harga yang harus gw bayar untuk mendapatkan SKL secepatnya.
Hidup itu memang resiko, tapi saya menikmatinya.
Ramadhan yang sungguh berbeda dengan tahun lalu,
bedaaaaaa banget, teruutama karena ..., (#plakkk, weits kembali ke topik)
mungkin gw ga akan ngerasain tarawih di tempat gw dibesarin, mungkin gw ga bakal ngerasain sahur bareng keluarga gw tahun ini, tapi sekali lagi itu adalah resiko, harga yang harus gw bayar untuk kebahagian gw yang lain ^^